Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto : Istana.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto : Istana.

Sengketa Sarinah dan Pengelola Hotel Sari Pan Pacific Berakhir Damai

Ekonomi BUMN sarinah Erick Thohir
Suci Sedya Utami • 04 Mei 2021 19:33
Jakarta: Sengketa hukum yang melibatkan PT Sarinah dengan PT Parna Jaya yang berlangsung sejak 2007 lalu akhirnya menemui titik terang. Kedua belah pihak bermaksud untuk mengakhiri secara damai sengketa-sengketa dan upaya-upaya hukum yang telah, sedang, atau akan dijalankan.
 
Upaya hukum tersebut sesuai dengan Putusan Peninjauan Kembali (PK) Perdata, Putusan Perdata Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Putusan Tata Usaha Negara (TUN) mengenai komposisi kepemilikan saham pihak pertama yakni PT Sarinah dan pihak kedua yakni PT Parna Jaya di dalam perusahaan.
 
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendukung penuh keputusan perdamaian kedua belah pihak. Menurut Erick, hal ini sangat membantu bagi kemajuan PT Sarinah ke depan. Erick ingin agar semua persoalan yang ada di BUMN bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Adalah menjadi bentuk komitmen Kementerian BUMN untuk membangun ekosistem yang sehat antara BUMN dengan swasta. Kerja sama yang baik antara Sarinah dengan Parna Raya telah terjalin sejak 2007, tentu dengan kesepakatan hari ini kita semua berharap pengelolaan Hotel Sari Pan Pacific dapat semakin ditingkatkan secara profesional,” ujar Erick di Jakarta, Selasa, 4 Mei 2021.
 
Berdasarkan kronologis permasalahan hukum kedua perusahaan tersebut, awalnya Sarinah masuk sebagai pemegang saham PT Sariarthamas Hotel Indonesia yang dahulu bernama PT Sarinitokyu Hotel Corporation berdasarkan perjanjian kerja sama joint venture yang kemudian dituangkan dalam basic agreement 30 September 1970.
 
Pada 2007, PT Parna Jaya turut bergabung sebagai pemegang saham PT SHI bersama PT Sarinah dengan cara mengambil alih saham yang semula dimiliki PT Konsultasi Pembangunan Semesata Tokyo Corporation dan saham Sojitz Corporation.
 
PT Sarinah dan PT Parna Jaya kemudian membuat perjanjian kerja sama yang dikenal dengan Perjanjian Sarinah-Parna pada 25 Juli 2007 yang kemudian menjadi permasalahan.
 
Berdasarkan permasalahan hukum tersebut, saat ini, keduanya saling menyetujui untuk mengakhiri secara damai sengketa-sengketa hukum tersebut. Berdasarkan perjanjian, keduanya sepakat untuk saling memiliki masing-masing 3.750 saham atau setara 50 persen.
 
Berdasarkan RUPS perusahaan, keduanya juga menyepakati bahwa kewajiban inbreng pihak pertama berupa penyerahan tanah kepada perusahaan seluas 2.280 m2 akan dikesampingkan. Selanjutnya, berdasarkan perjanjian keduanya, para pihak sepakat untuk memberikan hak pengelolaan dan pengoperasioan hotel kepada PT Parna Jaya selama 15 tahun lamanya terhitung sejak tanggal penandatanganan perjanjian.
 
"Sebagai salah satu hotel legendaris di pusat Jakarta yang mulai beroperasi sejak 1976, Hotel Sari Pan Pacific memiliki potensi besar dengan perpaduan antara fasilitas terbaik dan lokasi yang strategis. Saya percaya, dengan dimulainya babak baru ini, Sari Pan Pacific akan lebih baik lagi," pungkas Erick.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif