Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto: dok Kementerian BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto: dok Kementerian BUMN

Perkuat Ekonomi Umat, GP Ansor Dukung Program Santri Magang di BUMN

Ekonomi BUMN pesantren gp ansor Erick Thohir
Al Abrar • 02 Desember 2021 15:17
Jakarta: Ketua Pengurus Pusat GP Ansor Faisal Saimima mendukung rencana Menteri BUMN Erick Thohir untuk berkolaborasi dengan pesantren dalam membangun perekonomian di Indonesia. Salah satunya menyiapkan program magang bagi santri di BUMN.
 
Menurut Faisal, rencana Erick Thohir terkait program magang santri di BUMN adalah ide yang brilian sekaligus ingin menunjukkan santri sebenarnya bisa menjadi pekerja profesional. 
 
"Selama ini perspektif orang terhadap santri ya ujungnya guru ngaji, pendakwah, hal-hal kemudian dalam logika masyarakat modern itu adalah orang yang dalam tanda kutip kurang modern lah," kata Faisal, Kamis, 2 Desember 2021. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal, kata Faisal, pendidikan Islam baik itu pondok pesantren, madrasah banyak yang melahirkan kalangan profesional yang hebat. Program santri magang di BUMN akan membuka perspektif baru para santri untuk mengambil jalan hidupnya di masa depan.
 
"Ide Pak Erick ini saya kira brilian untuk membuat bagaimana kemudian pondok pesantren atau santri itu punya perspektif baru terhadap masa depannya," ungkap Faisal. 
 
Faisal menuturkan, kolaborasi BUMN dan pesantren yang digagas Erick Thohir ini merupakan kontribusi nyata dirinya yang saat ini sudah menjadi bagian dari keluarga besar Nahdliyin, khususnya GP Ansor dan Banser. 
 
"Selain meningkatkan pengalaman santri dalam dunia professional, juga dapat menungkatkan ekonomi umat," terangnya 
 
Dengan masuknya santri dalam BUMN, kata Faisal, setidaknya dapat memberikan alam pikiran baru bagi santri sebagai jembatan ke dunia professional. Selain itu, juga meminimalisasi Gerakan-gerakan radikalisme dan terorisme di BUMN karena para santri sudah dibekali pemahaman keagamaan yang inklusif dan toleran.
 
"Jadi, jika ada benih-benih radikal yang muncul, maka bisa diminimalisasi dari awal karena ada keterlibatan santri di dalamnya, orang-orang yang punya pemikiran keagamaan yang baik, tapi juga punya jiwa profesional yang tinggi," terang Faisal. 
 
Menurut Faisal, gagasan santri magang ini perlu didukung karena semangat yang dibawa Erick adalah agenda keumatan, untuk membangkitkan ekonomi umat, khususnya pesantren. 
 
"Apa yang Pak Erick lakukan tentunya demi keumatan dan membuka peluang para santri untuk maju dan belajar di perusahaan BUMN yang notabene selama ini tidak disentuh dan dipikirkan oleh kaum santri," ucapnya. 
 
Baca: Asrama Haji Rawat Pasien Covid-19, Kementerian BUMN Siapkan Fasilitas dan Tenaga Kesehatan
 
Sehingga santri yang awalnya tidak terpikir menjadi pegawai atau magang di BUMN, lanjutnya, akhirnya terbuka wawasan ekonominya. Karena biasanya, santri hanya magang di sekolah dan di tempat-tempat pengajian. 
 
"Selama ini perspektif santri seperti itu. Nah saat ini perspektif santri berubah, ternyata kita juga bisa magang di perusahan perusahan BUMN milik negara," ungkap Faisal. 
 
Meski demikian, lanjut Faisal, ketika masuk dalam dunia profesional, maka yang dipakai adalah pendekatan profesional. Ukuran profesionalitas orang untuk mendapatkan pekerjaan di BUMN, menurutnya tetap menjadi ukuran utama. 
 
"Program ini adalah program yang brilian dan ingin memajukan umat dan bangsa. Jadi ketakutan orang akan ide beliau ini mementingkan kelompok tertentu saya kira tidak," tegasnya. 
 
Lebih jauh Faisal menambahkan, mendorong santri agar kemudian menjadi profesional, punya pengetahuan, itu adalah kewajiban semua petinggi negara, tidak hanya Erick Thohir. Dari profesional itulah mereka bisa menjadi karyawan di BUMN. 
 
"Bagi kami dilakukan Pak Erick itu adalah lebih membuat aspek keadilan ada di situ, yang awalnya santri tidak tahu menjadi tahu. Pertanyaannya apakah santri kemudian tidak punya hak untuk mengikuti itu? Toh punya kok, sama dengan yang lain, dan Pak Erick membuka itu," pungkasnya.
 
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan pesantren untuk membangun perekonomian di Indonesia.
 
Hal itu diungkapkan Erick saat menghadiri Harlah ke-182 Ponpes Zainul Hasan Genggong di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur beberapa waktu lalu.
 
Menurutnya, pesantren merupakan salah satu mercusuar peradaban dan merupakan bagian penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
 
Untuk meningkatkan pembangunan ekonomi nasional saat ini, kata Erick, tidak hanya dilakukan oleh pemerintah maupun swasta semata. Lebih dari itu, dia mengatakan Indonesia butuh peran santri dan pesantren di seluruh wilayah Nusantara. 
 
"Kami coba kerja sama program santri magang di BUMN supaya para santri juga punya pengalaman ekonomi," kata Erick.
 
Dia menjelaskan jumlah santri di Indonesia sangat besar. Dengan demikian, pesantren harus menjadi kekuatan ekonomi bersama karena yang terpenting saat ini adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM).
 
(ALB)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif