NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

Keringanan Bayar Kredit Bisa Membantu Pengemudi Ojek Online

Ekonomi Virus Korona ojek online
Ilham wibowo • 23 Maret 2020 08:22
Jakarta: Rencana Pemerintah memberikan stimulus untuk dunia usaha nonformal terkait relaksasi leasing atau kredit motor sangat dinantikan pengemudi ojek online. Imbas penularan wabah virus korona covid-19 telah berdampak pada sisi pendapatan jasa antar.
 
Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono mengatakan bahwa kebijakan relaksasi kredit motor ini mesti segera direalisasikan dalam bentuk regulasi sebagai payung hukum dari Pemerintah.
 
"Kami sangat apresiasi, jangan hanya sekadar imbauan, tapi konkret dalam bentuk aturan bagi pelaksana tugas Kementerian Keuangan atau Otoritas Jasa Keuangan," kata Igun kepada Medcom.id, Minggu, 22 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Igun, satu minggu setelah penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) serta penerapan sosial distancing telah menggerus pendapatan pengemudi ojek online. Khusus jasa ride hailing, penurunannya mencapai 50-70 persen terutama di kota besar.
 
"Misalnya sehari dengan kondisi normal itu bisa Rp200 ribu per hari, sekarang tidak sampai Rp100 ribu belum kepotong biaya-biaya operasional seperti bensin dan makan di jalan sehari-hari. Take home pay per hari itu mungkin maksimal hanya Rp50 ribu," ungkapnya.
 
Keringanan kredit motor dinilai penting agar pengemudi ojek online yang jumlahnya telah mencapai jutaan orang di Tanah Air minimal bisa tetap bertahan selama masa tanggap darurat virus korona. Seluruh pendapatan pun bisa dialihkan sementara untuk fokus di biaya hidup dan kesehatan.
 
"Angsuran kredit kendaraan bermotor itu rata-rata di atas sejuta, kalau teman-teman ojek online ini misalkan pendapatan Rp3 juta-Rp4 juta per bulan, nah ditangguhkannya angsuran kredit ini membuat beban bisa dialihkan ke biaya hidup," paparnya.
 
Hingga saat ini, pengemudi ojek online memanfaatkan momentum kenaikan pesan antar makanan yang tercatat tumbuh 20 persen dalam sepekan terakhir. Igun mengatakan bahwa desakan ekonomi akan membuat pengemudi ojek online tetap beroperasi dengan memperhatikan aspek perlindungan diri.
 
"Teman-teman kami saat ini masih kredit motor itu hampir 80 persen karena sebagian besar memang mengandalkan dari kredit motor. Ini yang akhirnya mereka memilih nekat untuk tetap beroperasi melayani masyarakat," ucapnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif