Mentan Syahrul Yasin Limpo menyampaikan perkembangan ketersediaan beras tahun 2020, pada Rakorpim Komite PC-PEN Kementerian Lembaga 2020 (Foto:Dok.Kementan)
Mentan Syahrul Yasin Limpo menyampaikan perkembangan ketersediaan beras tahun 2020, pada Rakorpim Komite PC-PEN Kementerian Lembaga 2020 (Foto:Dok.Kementan)

Mentan Paparkan Perkembangan Sektor Pertanian

Ekonomi berita kementan
Gervin Nathaniel Purba • 25 September 2020 22:33
Bintan: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan perkembangan ketersediaan beras tahun 2020, pada Rapat Koordinasi Pimpinan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Kementerian Lembaga 2020.
 
"Pada Musim Tanam I dari Januari hingga Juni 2020, ada 23 juta ton beras carry over. Konsumsi beras masyarakat sekitar 15 juta ton lebih. Alhamdulillah, stok Juli Agustus sebanyak 7,83 juta ton beras," ujar Mentan Syahrul, dikutip siaran pers, Jumat, 25 September 2020.
 
Pada Musim Tanam II, Mentan menjelaskan akan mengejar produksi pada lahan eksisting seluas 7,5 juta hektare, dengan keadaan lahan yang sudah tertanam 87 persen, dan perkiraan menghasilkan kurang lebih 15 juta ton.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan stok yang ada, maka hingga akhir tahun kita akan memiliki stok beras yang cukup," kata Mentan Syahrul, menjelaskan ketercukupan stok beras nasional.
 
Proses produksi yang berjalan ini membutuhkan penyerapan produksi beras secara masif. Hal ini penting agar kestabilan harga panen tetap terjaga.
 
"Musim panen biasanya harga menurun, dan kita harus intervensi. Kita harus mempersiapkan daya serap kita, tidak cukup hanya dengan Bulog, tapi dengan sinergi kementerian lain, seperti BUMN ada Berdikari, Pertani, dan yang lainnya," tutur Mentan Syahrul.
 
Mengenai perkembangan komoditas pertanian lainnya, yaitu jagung, hortikultura, daging ayam, dan telur, Mentan Syahrul mengatakan program telah sesuai harapan dan target perencanaan.
 
Terkait dukungan pembiayaan bagi petani, selain dana APBN, Mentan menyebutkan pertanian mendapatkan dukungan KUR pendampingan sebanyak Rp34,2 triliun.
 
Mentan menyampaikan harapannya agar dukungan penguatan KUR kepada Menteri Koordinator yang hadir pada pertemuan tersebut, yakni Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi dan Menko Bidang Perekonomian.
 
"Saya harap Pak Menko, disiapkan KUR dengan insentif khusus untuk membeli alsintan, yakni dengan satu propinsi satu triliun. Traktor besar, penggilingan, RMU, penggilingan beras. Kami punya 186 penggilingan, 80 persennya sudah ketinggalan zaman. Kalau ini diberikan dengan skala kredit dan berputar, dalam paling lambat setahun akan menghasilkan," kata Mentan.
 
Mentan optimistis dengan intensif yang diberikan pada input produksi menggunakan KUR, mekanisasi yang diterapkan dapat mengurangi angka kerugian produksi, dari yang biasanya berada di angka 9 hingga 13 persen, akan ditekan menjadi 3 hingga 4 persen.
 
(ROS)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif