Gedung kementerian perindustrian. Foto: Dok. Kemenperin
Gedung kementerian perindustrian. Foto: Dok. Kemenperin

Dapat Anggaran Rp3,18 Triliun, 4 Program Ini Bakal Dipacu Kemenperin

Ekonomi Anggaran Kementerian Kementerian Perindustrian DPR RI
Ilham wibowo • 23 September 2020 14:54
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperoleh pagu anggaran untuk 2021 sebesar Rp3,18 triliun setelah disetujui Komisi VI DPR RI. Sejumlah program prioritas difokuskan untuk menopang pertumbuhan industri.
 
"Tentunya kami dari Kemenperin siap untuk bekerja sesuai dengan anggaran yang telah disetujui untuk membina serta mendorong pertumbuhan industri di Tanah Air," kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita melalui keterangan resmi, Rabu, 23 September 2020.
 
Rincian pagu anggaran yang disetujui tersebut difokuskan pada empat program antara lain pendidikan dan pelatihan vokasi sebesar Rp962 miliar, program riset inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi sebesar Rp112,3 miliar, program nilai tambah dan daya saing industri sebesar Rp663,3 miliar, serta dukungan manajemen sebesar Rp1,4 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus menyampaikan, pihaknya berkomitmen mendorong pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rangka memenuhi kebutuhan sektor industri. Hal tersebut di antaranya bakal dipasok dari hasil kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi.
 
"SDM yang kompeten dan profesional akan menjadi kunci keberhasilan dari sebuah organisasi, termasuk sektor industri, sehingga perlu dilakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih masif," ungkapnya.
 
Untuk mencapai target tersebut, Kemenperin mendorong pelaksanaan program prioritas pengembangan SDM industri, di antaranya pelatihan industri berbasis kompetensi yang dilaksanakan melalui penyelenggaraan diklat pelatihan, sertifikasi kompetensi dan penempatan kerja, serta sertifikasi kompetensi untuk tenaga kerja industri.
 
Kemudian, menyelenggarakan pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi menuju dual sistem pada pendidikan kejuruan dan pendidikan vokasi, serta pengembangan pendidikan SMK dan politeknik yang link and match dengan industri.
 
"Kami juga mengalokasikan pendirian politeknik dan akademi komunitas di dalam Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI) dan Kawasan Industri (KI)," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif