Menteri ESDM Arifin Tasrif. Foto: Metro TV
Menteri ESDM Arifin Tasrif. Foto: Metro TV

Lantik Deputi Perencanaan SKK Migas, Menteri ESDM Minta Kawal Alih Kelola Blok Rokan

Ekonomi SKK Migas Kementerian ESDM Blok Rokan
Suci Sedya Utami • 27 Juli 2021 21:54
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melantik Deputi Perencanaan pada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Benny Lubiantara. Dengan diangkatnya Benny, Arifin berharap jajaran pimpinan SKK Migas dapat diperkuat dengan berbagai terobosan dan langkah strategis.
 
"Dengan harapan kiranya Saudara dapat memperkuat jajaran Pimpinan SKK Migas dengan melakukan terobosan-terobosan dan langkah-langkah strategis yang dapat meningkatkan kinerja SKK Migas, dengan mengedepankan integritas sesuai sumpah jabatan serta pakta integritas yang telah Saudara ucapkan," ujar Arifin dalam sambutannya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa, 27 Juli 2021.
 
Arifin berpesan agar SKK Migas dapat menjaga tingkat produksi migas nasional. Di antaranya adalah mengawal alih kelola Wilayah Kerja Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) kepada PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk menjaga tingkat produksi migas nasional, saya berpesan khusus agar alih kelola Wilayah Kerja Rokan yang akan terjadi 8 Agustus 2021 agar dikawal dengan baik sehingga proses alih kelola dapat berjalan dengan lancar tanpa mengganggu tingkat produksi minyak di blok ini," tutur Arifin.
 
Pada 2021, menurut Arifin merupakan tahun yang sangat menantang bagi sektor migas dalam mencapai produksi dan lifting migas. Sebagai gambaran, hingga semester I capaian lifting minyak sebesar 666,6 ribu barel per hari (bph) atau 94,6 persen dari target APBN yang ditetapkan untuk tahun ini sebesar 705 ribu bph.
 
Sedangkan lifting gas sebesar 5.430 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 96,3 persen dari target APBN sebesar 5.638 MMSCFD. Artinya, capaian tersebut masih berada di bawah target APBN.
 
Di sisi lain, di tengah tantangan yang dihadapi, sektor migas tetap mampu memberikan kontribusi yang cukup baik bagi keuangan negara. Tercatat, selama periode semester I, penerimaan negara di sektor hulu migas mencapai sekitar USD6,67 miliar atau setara Rp96,7 triliun.
 
"Penerimaan sebesar ini adalah 91,7 persen dari target yang dicanangkan dalam APBN 2021," jelas Arifin.
 
Nilai positif pada penerimaan negara itu tidak lain akibat dari kenaikan harga minyak dunia yang juga turut mendongkrak Harga Minyak Mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP). Tercatat ICP Juni 2021 mencapai USD70,23 per barel, sedangkan rata-rata ICP Januari-30 Juni 2021 sebesar USD62,42 per barel.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif