Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP

Ekspor ke AS Naik 37%, Kinerja IKM Perhiasan Semakin Kinclong

Ekonomi ekspor emas Kementerian Perindustrian
Nia Deviyana • 19 November 2020 13:24
Jakarta: Industri perhiasan terus menunjukkan kinerja yang gemilang dengan semakin agresif menembus pasar internasional. Hal ini tercermin dari nilai ekspor ke berbagai negara.
 
Sepanjang Januari-September 2020, nilai ekspor dari industri perhiasan mencapai USD1,1 juta. Adapun lima negara tujuan utama ekspor perhiasan nasional, yaitu Singapura dengan porsi nilai 33 persen, kemudian Hongkong (24 persen), Amerika Serikat (19 persen), Swiss (11 persen), dan Uni Emirat Arab (sembilan persen).
 
"Dari capaian tersebut, Indonesia menduduki peringkat ke-14 dengan nilai market share ekspor sebesar 1,56 persen," ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih melalui keterangan tertulis, Kamis, 18 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, khusus untuk ekspor ke Amerika Serikat dari Januari sampai September 2020 jika dibandingkan dengan periode yang sama 2019, nilai ekspornya mengalami kenaikan sebanyak 37 persen.
 
"Indonesia menjadi negara pertama yang mengalami kenaikan terbesar untuk ekspor perhiasan emas ke Amerika," papar Gati.
 
Akibat imbas pandemi, omzet dan utilisasi sektor industri perhiasan sempat mengalami penurunan, namun tidak ada yang sampai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
 
"Jadi, angin segar kembali bertiup, dengan adanya peningkatan ekspor perhiasan ke Amerika," imbuhnya.
 
Gati menjelaskan, peluang ini menjadi semangat bagi IKM perhiasan untuk bangkit kembali. Tantangan yang saat ini dihadapi industri emas dan perhiasan, kata dia, adalah jumlah dan kompetensi SDM di bidang emas dan perhiasan.
 
Oleh karena itu, Kemenperin terus mengembangkan skill SDM di sektor IKM perhiasan melalui fasilitasi bimbingan teknis, penyediaan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang perhiasan logam mulia.
 
"SKKNI diperlukan sebagai salah satu upaya untuk membangun SDM dari sisi tenaga kerja industri," ujar Gati.
 
Lebih lanjut, dalam peningkatan daya saing IKM perhiasan nasional, pemerintah juga melakukan upaya penerapan standar barang emas. Pada awal tahun 2020, pemerintah telah menetapkan SNI barang-barang emas (SNI 8880:2020) yang bertujuan memberi acuan standar bagi produsen dan laboratorium, serta memberi perlindungan kepada konsumen tentang standar perhiasan.
 
Seiring upaya tersebut, juga diperlukan kegiatan sosialisasi pada retailer dan sektor industri terkait informasi mengenai kadar emas dengan tepat agar tidak terjadi miss-informasi.
 
"Seperti kita ketahui, produk perhiasan emas Indonesia sangat terkenal dengan desain dan kehalusannya," pungkas Gati.

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif