Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto: Dok.MI
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto: Dok.MI

Koperasi Harus Menggiurkan bagi Investor

Ekonomi Kementerian Koperasi dan UKM
Ilham wibowo • 13 Agustus 2020 12:54
Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa koperasi harus bisa menjadi unit usaha yang menggiurkan bagi investor. Pembenahan masih perlu difokuskan pada manajemen tata kerja dan fokus inovasi jenis usaha yang produktif.
 
"Mendorong koperasi agar besar sehingga menjadi satu level playing field dengan korporasi harus menjadi unit usaha yang menggiurkan bagi investor," kata Teten dalam webinar, Kamis, 13 Agustus 2020.
 
Menurut Teten, koperasi sebagai unit usaha berbadan hukum juga harus memiliki keterbukaan akses permodalan. Masyarakat sebagai anggota koperasi maupun investor harus mendapatkan perlindungan lantaran mengelola dana penyertaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekarang ini orang yang menyimpan di koperasi belum ada perlindungan, sementara di bank ada. Ini kalau tidak dibenahi tidak akan menjadi pilihan orang untuk menjadi anggota koperasi. Ini yang sedang kita pikirkan supaya ada lembaga penjaminan dan atau OJK-nya koperasi," paparnya.
 
Selain itu, Teten juga tengah berupaya menjadikan koperasi sebagai lembaga pembiayaan khusus bagi pengembangan produktivitas usaha mikro kecil menengah (UMKM). Sejumlah UMKM dengan jenis produk sejenis akan digabungkan dalam satu wadah koperasi yang akan mendapatkan akses pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) UMKM.
 
"Kami ingin menjadikan koperasi satu kelembagaan UMKM, jadi channeling pembiayaan UMKM. Akan lebih mudah UMKM bergabung menjadi satu koperasi baru. Kita akan salurkan pembiayaan dari jalur LPDB," ungkapnya.
 
Teten menambahkan, koperasi juga harus didorong untuk masuk ke sektor-sektor produktif dan menjadi jembatan produsen terhadap akses pasar. Anggota koperasi bisa menerima benefit mulai proses produksi bahan baku, produk olahan, hingga pemasaran ke tangan konsumen.
 
"Koperasi harus masuk ke sektor-sektor yang kita produktif. Dia harus terhubung ke market menjadi perpanjangan rantai produksi ekonomi rakyat," ucap Teten.
 
Penguatan koperasi agar tetap menjadi andalan masyarakat harus segera dilakukan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat terutama UMKM. Penguatan pengawasan terhadap pengelolaan koperasi dan transformasi layanan secara digital bakal memperkuat nilai tambah koperasi untuk anggota karena menjamin keamanan, kecepatan, dan kenyamanan bagi anggota untuk menikmati layanan koperasi sesuai dengan tren digital saat ini.
 
Executive Committee Indonesian Consortium for Cooperative Innovation (ICCI) Firdaus Putra mengatakan animo masyarakat untuk menjadi anggota koperasi tetap tinggi mengingat daya jelajah koperasi yang dapat menjangkau hingga masyarakat kelas menengah ke bawah. Sektor UMKM termasuk yang paling banyak mengakses layanan koperasi karena dapat mendukung usaha.
 
Di lain pihak, kata dia, koperasi juga dihadapkan pada tantangan layanan yang menjangkau kebutuhan hulu dan hilir masyarakat sehingga dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat lebih signifikan. Mata rantai bisnis koperasi harus berkesinambungan dari soal saving, loan, dan menyediakan marketplace yang dapat digunakan untuk anggota dalam memasarkan produk dan jasa layanan anggota.
 
"Era digitalisasi membawa sejumlah peluang bagi koperasi untuk meningkatkan layanan yang menjangkau kebutuhan hulu dan hilir anggota sehingga nilai tambah yang dirasakan anggota akan lebih signifikan karena koperasi tumbuh sebagai entitas bisnis yang mengusung one stop solution bagi anggotanya," ujar Firdaus.
 
(DEV)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif