Gardu induk Wayame berkapasitas 2x30 MVA - - Foto: dok PLN
Gardu induk Wayame berkapasitas 2x30 MVA - - Foto: dok PLN

PLN Perkuat Sistem Kelistrikan Ambon dan Jawa Barat

Ekonomi listrik PLN
Suci Sedya Utami • 18 Juli 2020 14:35
Jakarta: PT PLN (Persero) mengoperasikan gardu induk Wayame berkapasitas 2x30 Mega Volt Ampere (MVA). Beroperasinya gardu induk Wayame akan meningkatkan mutu dan keandalan pasokan listrik di Ambon.
 
"Gardu induk Wayame menyuplai empat feeder utama secara kontinyu dengan total beban mencapai 8 MW atau 12 persen dari total beban puncak Sistem Ambon," ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) Romantika Dwi Juni Putra dalam keterangan resmi, Sabtu, 18 Juli 2020.
 
Gardu Induk Wayame mendapatkan suplai tenaga listrik dari gardu induk Passo melalui jaringan transmisi 150 kilo volt (kV) sepanjang 27,75 kilometer sirkuit (kms) dengan jumlah tower 42 unit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Romantika mengatakan dengan beroperasinya gardu induk Wayame, kualitas tegangan tenaga listrik yang dikirim ke pelanggan dapat ditingkatkan. Sebab, jarak pembangkit yang jauh membutuhkan gardu induk untuk menjaga kualitas tegangan yang dikirimkan ke pelanggan.
 
"Proses Manuver beban semakin mudah dikarenakan adanya penambahan Gardu Induk yang berfungsi sebagai feeder utama untuk menyalurkan beban ke pelanggan," tambah dia.
 
Di samping itu, kehadiran gardu induk Wayame akan menekan overload atau beban berlebih pada trafo Gardu Induk Passo dalam menyuplai listrik ke daerah Wayame, Laha sampai dengan Desa Alang.
 
Kini terdapat lima gardu induk yang beroperasi di Ambon yakni gardu induk Sirimau, gardu induk Passo, Gardu Induk Gas Insulated Switchgear (GIS) Passo, gardu induk Wayame dan gardu induk PLTMG Ambon Peaker.

 
Selain mengoperasikan gardu induk Wayame, PLN juga memberikan tegangan pertama (energize) pada diameter lima dan enam pada gardu induk tegangan ekstra tinggi (GITET) 500 kV Mandirancan Extension yang berlokasi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Sebelumnya diameter tiga dan empat GITET 500 kV Mandirancan telah diberikan tegangan pada Mei lalu.
 
GITET 500 kV Mandirancan Extension merupakan salah satu proyek Strategis Nasional (PSN) yang berperan penting menyalurkan daya listrik dari arah PLTU Tanjung Jati dan PLTU Batang ke arah Indramayu dan Bandung Selatan, termasuk Ujungberung. GITET ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan listrik di sistem Jawa Bali.
 
"Kami bersyukur melalui sinergi rekan-rekan UIP JBT II khususnya UPP JJBT 2, diameter 5 dan 6 GITET dapat selesai tepat waktu dan sudah berhasil dialiri listrik," tutur General Manager Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (JBT) II, Eko Priyantono Aviantoro.
 
Lebih lanjut, dalam proses pengerjaan proyek ini, PLN selalu memperhatikan protokol kesehatan di lingkungan proyek dengan melakukan pengecekan suhu tubuh sebelum bekerja, penyediaan alat pelindung diri, masker, hand sanitizer atau tempat cuci tangan, dan menyemprotkan desinfektan lokasi kerja kendaraan, dan peralatan kerja.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif