Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto. FOTO: MI/PANCA SYURKANI
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto. FOTO: MI/PANCA SYURKANI

Kepala SKK Migas: Peran Perempuan Ekonomi Kreatif Melayu Jadi Panutan

Antara • 06 Januari 2022 08:29
Pekanbaru: Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan peran perempuan dalam pengembangan Sentra Budaya dan Ekonomi Kreatif Melayu Riau selama ini membantu perekonomian keluarga. Kondisi itu tentunya menjadi panutan bagi anak-anak mereka.
 
"Produk-produk UMKM yang dijual sebagian besar merupakan hasil keterampilan dari kaum perempuan di Riau. Sekitar 75 persen dari 300 UMKM yang dibina oleh Sentra Budaya dan Ekonomi Kreatif Melayu adalah perempuan," kata Dwi Soetjipto, dilansir dari Antara, Kamis, 6 Januari 2022.
 
Fasilitas yang berlokasi di kompleks Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Pekanbaru, tersebut memiliki makna strategis dalam pengembangan dan percepatan pemulihan UMKM pascapandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ini salah satu contoh bahwa kegiatan hulu migas hadir di tengah-tengah masyarakat dan berkontribusi terhadap upaya pemberdayaan dan pengembangan kemandirian masyarakat. "Kegiatan hulu migas harus tumbuh dan berkembang bersama-sama masyarakat di sekitar wilayah operasinya,” katanya.
 
Terkait dengan dukungan pemasaran, Dwi menyampaikan, instansi terkait termasuk KKKS di Riau serta PHR dapat menyerap produk UMKM, sekaligus menjadi penopang dalam pemasarannya. Caranya, setiap Jumat, setiap instansi termasuk PHR menggunakan seragam batik. Pakaian batik ini tentu bisa dipesan ke UMKM di sini.
 
Sentra Budaya dan Ekonomi Kreatif Melayu Riau lahir berkat kolaborasi Pemprov Riau, LAMR, SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Kerja (WK) Rokan di mana saat ini dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
 
Fasilitas ini diresmikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno pada awal Juli 2021. Sentra ini diharapkan menjadi salah satu ikon destinasi wisata seni-budaya dan sentra pengembangan UMKM di Riau.
 
Dukungan dari SKK Migas dan PHR terus berjalan, sementara gencarnya sosialisasi dan publikasi mendorong pejabat negara mulai mengenal dan mengunjungi Sentra Budaya dan Ekonomi Kreatif Melayu. Selain Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang sudah mengunjungi adalah Menteri BUMN dan Menteri Sosial.
 
Pada Sentra tersebut dipamerkan kerajinan dan makanan khas dari 12 kabupaten/kota di Riau.
 
"Kehadiran fasilitas ini bernilai strategis bagi pelestarian budaya Melayu dan pengembangan ekonomi kreatif di Riau. Keberadaannya diharapkan dapat semakin mendorong kreativitas para pelaku UMKM maupun pelaku seni dan budaya Melayu," kata Direktur Utama PHR Jaffee A. Suardin.
 
Program-program strategis PHR selaras dengan komitmen Pertamina untuk menerapkan aspek-aspek ESG (Environment, Social and Governance) dalam kegiatan bisnis dan operasinya.
 
Meski baru berusia beberapa bulan, omzet penjualan di sentra tersebut terus menunjukan tren peningkatan kendati saat ini masih dalam situasi pandemi.
 
"Pesanan dan pembelian terus meningkat dari instansi pemerintah maupun swasta untuk tamu-tamu mereka. Omzet pada November 2021 mencapai Rp200 juta dalam sebulan," kata Wan Irzawati selaku koordinator pengelola sentra.
 
Omzet tersebut, lanjut dia, jauh meningkat dibandingkan dengan masa awal pembukaan yang berada di kisaran Rp30 juta per bulan. Untuk pengembangan ke depan, PHR WK Rokan memiliki visi go digital dengan cara memfasilitasi UMKM binaan Sentra tersebut untuk memasuki pasar digital sehingga memperluas jangkauan pemasaran.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif