Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

Petani Kopi Kalbar Kembali Produktif Usai Lahan Rusak karena Kebakaran Hutan

Ekonomi Petani kopi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bisnis Kopi Kopi Indonesia
Ade Hapsari Lestarini • 27 Januari 2022 17:23
Jakarta: Para petani kopi di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) kembali menghidupkan komoditas ini di daerah tersebut. Kebangkitan ini setelah terjadi kebakaran hutan pada 2015 lalu yang membuat ratusan hektare lahan rusak parah dan mematahkan semangat para petani kopi.
 
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong produktivitas petani kopi di Desa Sumber Agung, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar melalui Festival Pesona Kopi Agroforestri, yang juga dihadiri beragam hasil kopi agroforestri dari seluruh Indonesia.
 
Kepala Desa Sumber Agung Arifin Noor Aziz menceritakan bagaimana perjuangannya bersama dengan kelompok masyarakat petani kopi dalam membangkitkan kembali kopi di daerahnya. "Kebakaran hutan 2015 lalu membuat ratusan hektare lahan petani rusak parah, termasuk di Desa kami. Sebagai salah satu kawasan penghasil kopi terbaik di Kalbar, lahan seluas 500 hektare (ha) yang didominasi tanaman kopi hangus terbakar. Ribuan petani sempat patah semangat kala itu," ungkapnya, Kamis, 27 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arifin juga mengatakan, sejak 1999, Desa Sumber Agung pernah berjaya sebagai penghasil kopi terbesar di Kabupaten Kubu Raya Kalbar. Arifin yang juga sebagai pelaku pertanian kopi di desanya mengungkapkan perlunya kerja keras dan kerja cerdas dalam membangkitkan kembali semangat para petani kopi di desanya.
 
"Dua tahun kami berjibaku mengelola lahan yang rusak dan jumlah komoditi yang menurun drastis," tuturnya.
 
Hingga pada akhir 2017, para petani Desa Sumber Agung mendapatkan angin segar untuk terus berproduksi dan kembali meningkatkan perekonomiannya melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) dari PT Daya Tani Kalbar, yang merupakan mitra pemasok Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas.
 
"Kami membangun komunikasi dengan PT Daya Tani Kalbar, yang akhirnya menjadikan program pemberdayaan masyarakat. Dari areal yang terbakar, kami bisa menghijaukan kembali dan revegetasi tanaman-tanaman produktif. Konsep kolaborasinya bukan hanya pencegahan, tapi peningkatan ekonomi, seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Masyarakat Peduli Api (MPA)," ucapnya.
 
Adapun dari program DMPA, para petani dibina untuk mengelola lahan yang ditanam bibit kopi. Lalu, dari 500 ha lahan yang terbakar, ada sekitar 50 ha yang dirawat masyarakat untuk kembali ditanam dengan model tumpang sari, sehingga tidak fokus bibit kopi saja.
 
"Kami tidak susah untuk menemukan potensi komoditi utama, sehingga program ini tinggal dikembangkan dan develop ekonomi. Yang juga sejalan dengan APP Sinar Mas, terkait penanganan karhutla, ekologi, dan lainnya," tambah Social Impact & Community Development PT Daya Tani Kalbar, Dito Cahya Renaldi.
 
Dari program DMPA yang sudah beberapa tahun berjalan, perekonomian masyarakat di Desa Sumber Agung sangat terbantu. Terutama pengembangan dari komoditi yang belum tergarap dengan baik, kini sudah lebih dikembangkan.
 
"Kita mengelola pengembangan kopi, madu kelulut dan mendukung DMPA Mart, yang menjadi BUMDes di Desa Sumber Agung," ucapnya.
 
Melalui BUMDes tersebut, bubuk kopi khas Sumber Agung dibantu pendistribusiannya ke pasar lokal di Kalbar, hingga tembus ke Jakarta dan Jawa Tengah. Dalam sebulan, mereka bisa memasarkan sekitar 100 kilogram (kg) kopi per bulannya dan madu kelulut hingga 50-100 kg per bulan.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif