Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.

Semester I, Pemerintah Gelontorkan Subsidi Listrik Rp28,76 Triliun

Ekonomi Kementerian ESDM subsidi listrik
Suci Sedya Utami • 31 Juli 2020 10:01
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi subsidi listrik hingga semester I-2020 mencapai Rp28,75 triliun. Nilai itu setara 42 persen yang telah terserap dari alokasi pagu sebesar Rp54,79 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.
 
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan dengan adanya pandemi covid-19 terdapat tambahan alokasi subsidi. Tambahan tersebut diperkuat dalam Perpres 54 Tahun 2020, sehingga total alokasinya menjadi Rp62,93 triliun.
 
Rida mengatakan penambahan merupakan kompensasi bagi PT PLN (Persreo) untuk program stimulus kelistrikan berupa pembebasan atau diskon tarif listrik 100 persen bagi pelanggan rumah tangga 450 volt ampere (VA) dan 50 persen bagi pelanggan rumah tangga 900 VA miskin atau subsidi serta untuk pelanggan bisnis dan industri yang masuk dalam kategori UMKM berdaya 450 VA.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memberikan bantuan ke saudara-saudara kita yang terdampak covid sehingga sedikit banyak menambah subsidi," kata Rida, dalam paparan realisasi kinerja semester I, Kamis, 30 Juli 2020.
 
Namun tambahan tersebut belum termasuk dari paket stimulus terakhir yang akan diberikan pemerintah bagi pelanggan sosial, bisnis dan industri dengan daya 1.300 VA ke atas berupa pembebasan rekening atau biaya minimum pemakaian listrik selama enam bulan. Kemudian pembebasan biaya beban atau abondemen bagi pelanggan sosial berdaya 220 VA, 450 VA dan 900 VA, pelanggan bisnis 900 VA, serta pelanggan industri 900 VA.
 
Untuk stimulus anyar ini, pemerintah menyiapkan dana Rp3,07 triliun. Namun, Rida mengatakan, stimulus-stimulus yang diberikan bersifat sementara. Apabila nantinya dampak covid-19 bisa diminimalisir dan memasuki tatanan baru maka bantuan-bantuan tersebut bisa diputus.
 
Ia berharap dengan adanya stimulus tersebut paling tidak bisa meringankan beban para pelanggan rumah tangga, bisnis dan industri, sehingga dengan demikian mereka bisa tetap beraktivitas dan mendorong kegiatan ekonomi.
 
"No body knows kapan pandemi akan berakhir, namun paling tidak kita berupaya untuk meminimalisir dampaknya dengan adanya bantuan ini sehingga kegiatan ekonomi bisa berjalan," pungkas Rida.
 

(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif