Foto: dok MI/Pius Erlangga.
Foto: dok MI/Pius Erlangga.

Saatnya Membangun Kompetensi SDM Logisitik

Ekonomi logistik
Angga Bratadharma • 14 Juli 2020 10:13
Jakarta: Supply Chain Indonesia (SCI) menyatakan ekonomi dan perdagangan Indonesia, termasuk sektor logistik masih terdampak pandemi covid-19 sejak awal 2020. Namun demikian, penurunan aktivitas sektor logistik secara umum sekarang ini perlu dimanfaatkan sebagai momentum membangun kompetensi SDM.
 
Chairman SCI Setijadi memandang pandemi covid-19 membuat aktivitas perekonomian melambat. Hal ini bisa dilihat dari beberapa indikator yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Misalnya, nilai ekspor Indonesia pada April 2020 sebesar USD12,19 miliar atau turun 13,33 persen month to month (mtm)dan 7,02 persen year on year (yoy).
 
"Pada periode tersebut, nilai impor Indonesia sebesar USD12,54 miliar atau turun 6,10 persen mtm dan 18,58 persen yoy," kata Setijadi, dalam keterangan resminya, Selasa, 14 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Setijadi indikator lainnya adalah transportasi kapal barang pada Mei 2020 yang hanya sebesar 21,67 juta ton atau turun 12,98 persen mtm dan 10,52 persen yoy. Sementara transportasi kereta barang melalui laut pada periode itu hanya sebesar 3,09 juta ton atau turun 28,86 persen mtm dan 28,93 persen yoy.
 
Setijadi mengatakan penurunan aktivitas sektor logistik secara umum sekarang ini perlu dimanfaatkan sebagai momentum membangun kompetensi SDM. Kesempatan ini penting agar perusahaan menjadi lebih siap menghadapi tantangan global dan kebiasaan baru (new normal) setelah pandemi covid-19.
 
"Pengembangan kompetensi SDM menjadi salah satu upaya mengatasi masalah standardisasi dalam operasional logistik. Dua masalah lainnya adalah standardisasi proses dan standardisasi teknologi. Ketiga masalah standardisasi itu sangat memengaruhi kualitas dan kompetensi logistik Indonesia," tuturnya.
 
Menurut Logistics Performance Index (LPI) 2018, Logistics Quality & Competence Indonesia pada peringkat lima di antara negara-negara ASEAN dengan skor 3,10. Peringkat Indonesia di bawah Singapura (skor 4,10), Thailand (3,41), Vietnam (3,40), dan Malaysia (3,30).
 
Adapun peningkatan kompetensi SDM perlu dilakukan tidak hanya oleh perusahaan penyedia jasa dan operator infrastruktur logistik, tetapi perlu dilakukan pula oleh perusahaan pengguna jasa logistik seperti manufaktur, pengecer, dan jasa.
 
(ABD)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif