Ilustrasi penggunaan QRIS - - Foto: Medcom/ Desi Angriani
Ilustrasi penggunaan QRIS - - Foto: Medcom/ Desi Angriani

BI Klaim Penggunaan QRIS Percepat Pemulihan Ekonomi Bali

Ekonomi Bank Indonesia transaksi non tunai QR Code
Antara • 08 Agustus 2020 20:45
Jakarta: Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho meyakini penggunaanquick response code Indonesian standard(QRIS) semakin mempercepat pemulihan ekonomi di Pulau Dewata tersebut. Perekonomian Bali tercatat mengalami kontraksi minus 10,98 persen (yoy) pada triwulan II-2020.
 
"Seperti yang kita ketahui bersama, Seiring dengan semakin berkurangnya kasus penambahan pasien positif covid-19. Sekarang lah saatnya untuk melakukan pemulihan ekonomi dan pariwisata agar Bali bangkit," katanya dikutip dariAntara, Sabtu, 8 Agustus 2020.
 
Menurutnya perekonomian Bali dapat terangkat dengan menerapkan adaptasi baru sebagaimana tertuang dalam SE Gubernur Bali Nomor 3355. Tatanan baru tersebut tak hanya mewajibkan protokol kesehatan bagi masyarakat tapi juga penggunaan transaksi nontunai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Harus mencakup kegiatan penyelesaian transaksi pembayaran tanpa kontak fisik secara nontunai atau berbasis digital yang antara lain dengan menggunakan QRIS seperti acara hari ini," ucapnya dia.
 
Trisno menambahkan QRIS Bank Indonesia menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, dan aman serta dapat diaplikasikan di semua sektor termasuk di pusat perbelanjaan, objek wisata, hingga rumah sakit.
 
"Ini karena mendukung faktor bersih (clean), sehat (health), aman (safety) and kelestarian lingkungan (environment sustainability) yang meminimalkan kontak fisik dalam bertransaksi," tambah dia.
 
Trisno mengemukakan penyedia ataumerchantyang telah menggunakan QRIS per 31 Juli 2020 mencapai 113.737merchantatau meningkat 346 persen dibandingkan awal 2020. Dari jumlah itu sebanyak 1.832merchantberada di Kabupaten Karangasem dan sebanyak 1.755merchantberada di Kabupaten Klungkung.

 
Dari 113.737merchantitu, sebanyak 57 persen (64.650)merchantmerupakan usaha mikro, 20 persen (22.751) merchant usaha kecil, 17 persen (18.862)merchantusaha menengah dan enam persen (6.807) merchant usaha besar.
 
(Des)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif