Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FOTO: Kemenperin
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FOTO: Kemenperin

Ekspor Industri Pakaian Jadi Berpeluang Kembali Terbuka

Ekonomi ekspor ekonomi indonesia kementerian perindustrian
Ilham wibowo • 30 Mei 2020 09:31
Brebes: Hingga saat ini industri pakaian jadi mengalami penurunan permintaan akibat dampak pandemi covid-19. Namun demikian, peluang ekspornya masih terbuka dengan adanya permintaan tinggi bagi produk garmen yang dibutuhkan dalam penanganan wabah virus korona tersebut.
 
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan industri garmen memberikan kontribusi besar dalam upaya penanggulangan covid-19. Industri pakaian jadi merupakan salah satu sektor manufaktur yang perlu didorong untuk tetap produktif dan berdaya saing.
 
Sektor unggulan tersebut masih menjadi salah satu kontributor terbesar bagi pertumbuhan industri manufaktur, yang terlihat dari catatan nilai ekspor sebesar USD8,30 miliar pada 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada perusahaan garmen yang turut memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) yang menjadi pasokan perlindungan diri yang dibutuhkan tenaga medis,” ungkap Agus, saat meninjau PT Daehan Global, di Brebes, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Sabtu, 30 Mei 2020.
 
Perusahaan yang dikunjungi Agus tersebut saat ini memproduksi APD berupa coverall atau protective suite dengan kapasitas 12 juta pieces per bulan dan surgical mask sebanyak enam juta pieces per bulan. Menurut Agus produksi tersebut turut membantu pemerintah dalam suplai kebutuhan perlindungan tenaga medis.
 
Di samping itu, pasar ekspor khususnya di Amerika Serikat sudah bisa diakses kembali, sehingga industri pakaian jadi bisa dipacu untuk melakukan produksi yang memberikan nilai tambah di dalam negeri.
 
"Kami baru saja mendapat laporan tentang dibukanya kembali pasar ekspor, walaupun kuantitasnya belum sepenuhnya pulih," ucapnya.
 
Adapun PT Daehan Global merupakan salah satu perusahaan garmen yang beroperasi di empat lokasi, yaitu Sukabumi, Citeureup, Cibinong, dan Brebes. Dengan total tenaga kerja sekitar 14 ribu orang, perusahaan ini memiliki kapasitas produksi hingga 63,3 juta pieces.
 
Volume ekspor perusahaan mencapai 17,76 juta pieces yang bernilai USD128,7 juta, perusahaan garmen tersebut merupakan salah satu bagian dari rantai pasok produk garmen global. Pabrik Daehan Global Brebes sendiri memproduksi pakaian jadi sebanyak 2,5 juta lusin per tahun.
 
Dalam masa pandemi covid-19, jumlah pegawai yang bekerja di PT Daehan Global dibatasi hingga 50 persen, dari total 6.336 karyawan pabrik dan kantor menjadi 3.498 orang. Pabrik juga melakukan kegiatan produksi hanya dalam satu shift.
 
Dalam kunjungan tersebut, Menperin juga meninjau lokasi Kawasan Industri Brebes yang dikelola oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero). Ia menyampaikan, pemerintah pusat akan terus mengawal investasi agar bisa masuk ke Indonesia, termasuk di sektor farmasi yang saat ini tengah dijajaki.
 
“Hal ini sejalan dengan target kemandirian sektor kesehatan, baik industri farmasi maupun industri alat kesehatan. Masuknya investor akan meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri dan memberikan nilai tambah bagi industri, serta menyerap tenaga kerja yang juga mendukung pembangunan daerah,” paparnya.
 
Ia menambahkan, dalam memantau kegiatan dan melakukan pembinaan industri khususnya di masa pandemi covid-19, Kemenperin terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Dengan dukungan pemda, pengembangan industri nasional bisa lebih cepat.
 
"Sehingga bisa menjadi ujung tombak dan memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB,” pungkasnya.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif