Ilustrasi vaksin covid-19. Foto: Medcom.id
Ilustrasi vaksin covid-19. Foto: Medcom.id

Akhir Tahun, 3 Juta Vaksin Covid-19 Asal Sinovac Masuk RI

Ekonomi Airlangga Hartato Pemulihan Ekonomi Nasional vaksin covid-19
Eko Nordiansyah • 22 Oktober 2020 16:31
Jakarta: Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia mendapatkan alokasi sebanyak tiga juta vaksin covid-19 dari Sinovac. Impor vaksin dari perusahaan asal Tiongkok ini siap masuk ke Indonesia pada akhir tahun ini.
 
"Alokasi yang diberikan kepada kita, Sinovac tiga juta vaksin, tiga juta itu pengiriman bisa masuk di akhir tahun," kata dia dalam video conference di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2020.
 
Airlangga menjelaskan pemerintah memiliki dua jalur penyediaan vaksin covid-19. Pertama adalah melalui pengembangan vaksin merah putih yang diprediksi rampung tahun depan, serta impor vaksin dari kerja sama dengan sejumlah perusahaan internasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain dengan Sinovac, Indonesia juga menjajaki kerja sama pengadaan vaksin ataupun bahan baku pembuatan vaksin dengan Sinopharm dengan G40 melalui Uni Emirat Arab, Cansino, dan Astrazeneca. Perusahaan-perusahaan ini dipilih karena sudah masuk tahap akhir uji klinis.
 
"Ada bentuk bahan baku, bahan baku disiapkan di akhir tahun itu juga 15 juta. Bahan baku ini akan diproduksi di Bio Farma. Dan ada yang terkait dengan Sinopharm itu 15 juta dalam bentuk vaksin mandiri, dan Cansino ada 100 ribu (vaksin)," jelas dia.
 
Ia menambahkan, saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah melakukan uji sertifikasi untuk vaksin yang akan diimpor. Disamping itu, pemerintah akan menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) pengadaan vaksin untuk selanjutnya dibuatkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes).
 
"Jadi tanpa Permenkesnya ini metode pembeliannya perlu dibuatkan regulasi agar tepat sasaran, tepat jumlah, dan bisa mengakses kelompok-kelompok prioritas yang akan mendapat prioritas tahun ini, dan pelaksanaan roadmap sampai 2021 dan 2022," pungkasnya.

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif