Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Dok. Kemenperin
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Dok. Kemenperin

Pemerintah Fasilitasi Percepatan Transformasi Digital

Ekonomi Kementerian Perindustrian industri elektronik Revolusi Industri 4.0
Husen Miftahudin • 26 April 2021 17:47
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan transformasi sistem produksi konvensional menjadi digital membutuhkan komponen dan peralatan otomatisasi yang sesuai dengan kebutuhan pabrik.
 
Terkait hal tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong dan memfasilitasi percepatan industri nasional dalam melakukan transformasi digital sesuai dengan peta jalan Making Indonesia 4.0.
 
"Implementasi teknologi industri 4.0 menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing, khususnya untuk industri elektronika yang merupakan user sekaligus provider teknologi tersebut," ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Senin, 26 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier menyampaikan pentingnya peralatan otomatisasi dalam mempercepat implementasi Making Indonesia 4.0.
 
"Teknologi manufaktur seperti big data, artificial intelligence (AI), robotics, internet of things (IoT), dan lain sebagainya hanya bisa diimplementasikan jika lini produksi pabrik didukung dengan peralatan-peralatan otomatisasi. Ke depannya, peralatan ini akan menjadi sebuah kebutuhan bagi industri agar tetap dapat bersaing di pasar," paparnya.
 
Soal kebutuhan komponen dan peralatan otomatisasi yang sesuai dengan kebutuhan pabrik, PT Omron Manufacturing of Indonesia (OMI) terus berekspansi dan melakukan pendalaman struktur industrinya. Perusahaan juga konsisten menambah investasinya di guna memproduksi peralatan-peralatan yang lebih kompleks di dalam negeri seiring dengan bertumbuhnya permintaan di pasar lokal.
 
"Setiap tahun OMI selalu meningkatkan investasi di Indonesia untuk membeli mesin dan peralatan yang akan digunakan untuk menunjang produksi produk existing ataupun produk potensial ke depannya. Pada 2020, kami mengeluarkan USD2,9 juta dan pada 2021 kami menargetkan budget sebesar USD7,6 juta," ungkap Presiden Direktur OMI Irawan Santoso.
 
Ke depannya, perusahaan berencana untuk mulai memproduksi Programmable Logic Controller (PLC)di dalam negeri untuk mendukung program Making Indonesia 4.0. Sebagai informasi, OMI adalah produsen peralatan industri yang umumnya dipasarkan untuk industri lainnya.
 
OMI yang merupakan pabrik Omron terbesar di Kawasan Asia Pasifik juga konsisten melakukan ekspor ke berbagai negara atau kawasan seperti ASEAN, Tiongkok, Jepang, Eropa dan Amerika Serikat. Pada 2020, nilai ekspor perusahaan mencapai USD90 juta, relatif signifikan di tengah masa pandemi.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif