Ilustrasi. Foto: Antara/Aprilio Akbar
Ilustrasi. Foto: Antara/Aprilio Akbar

Anggota DPR: Penggalakan Investasi Jangan Lupa Kelestarian Lingkungan

Ekonomi Lingkungan investasi DPR RI
Antara • 16 Juni 2021 12:26
Jakarta: Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono meminta pemerintah, yang sedang giat menggalakkan masuknya investasi, harus memperhatikan kelestarian lingkungan.
 
"Untuk Kementerian Maritim dan Investasi, saya ingin investasi terus digalakkan, lebih merata dan terpadu dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan," kata Edhie dilansir dari Antara, Rabu, 16 Juni 2021.
 
Ibas, sapaannya, mengatakan aspek kelestarian lingkungan penting untuk pertumbuhan berkualitas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mendukung upaya pemerintah agar APBN dijadikan instrumen yang merupakan bagian dari kebijakan fiskal untuk terus dilanjutkan perannya dalam membantu pemulihan ekonomi.
 
Untuk itu, ujar Ibas, kuncinya, para menteri koordinator diharapkan lebih cepat melakukan koordinasi di masing-masing kementerian untuk menerapkan program yang telah dirancang.
 
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menyatakan pemerintah bisa menaikkan target investasi pada 2021 dari Rp900 triliun menjadi Rp930 triliun hingga Rp950 triliun, seiring adanya Undang-Undang Cipta Kerja dan Lembaga Pengelola Investasi (LPI).
 
"Seharusnya, ada perubahan target investasi ketika kedua instrumen tersebut sudah ada sehingga bisa diukur dampaknya," katanya.
 
Terlebih lagi, Tauhid menuturkan adanya dukungan perubahan status dari badan menjadi Kementerian Investasi dan Perpres Satgas Investasi.
 
Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pada 2022, pihaknya ditargetkan mencapai realisasi investasi yang lebih tinggi dari 2021, meski dengan anggaran yang lebih rendah.
 
Pada 2022, Kementerian Investasi/BKPM ditargetkan mencapai realisasi investasi Rp1.100-Rp1.200 triliun, sementara pagu indikatif pada tahun depan hanya Rp711,51 miliar atau lebih rendah dari 2021 yang Rp930 miliar.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif