Ilustrasi biodiesel. Foto: Medcom.id/Desi Angriani
Ilustrasi biodiesel. Foto: Medcom.id/Desi Angriani

Penerapan B30 Sepanjang 2020 Hemat Devisa Rp38,31 Triliun

Ekonomi devisa negara Kementerian ESDM bio solar
Suci Sedya Utami • 14 Januari 2021 21:10
Jakarta: Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat penerapan biodiesel 30 persen (B30) sepanjang 2020 menghemat devisa negara sebesar USD2,66 milar setara Rp38,31 triliun.  
 
Penghematan tersebut berasal dari penurunan impor BBM yang digantikan oleh pencampuran bahan bakar nabati berupa minyak kelapa sawit sebesar 30 persen dalam produk solar.  
 
Diakui Direktur Jenderal EBTKE Dadan Kusdiana, pandemi covid-19 membuat penyerapan biodiesel sepanjang 2020 di bawah alokasi yang ditargetkan. Ia menyebutkan realisasinya hingga akhir tahun sebesar 8,46 juta kiloliter (KL). Sementara targetnya sebesar 9,5 juta KL.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya, pandemi covid-19 juga membuat permintaan terhadap BBM berkurang, begitu pun dengan biodiesel bauran minyak nabati yang ikut turun.
 
"Konsumsi nasional BBM-nya turun, otomatis biodieselnya turun, karena ini campuran 30 persen," kata Dadan dalam konferensi pers, Kamis, 14 Januari 2021.
 
Untuk 2021, alokasi biodiesel 30 persen sebesar 9,20 juta KL. Dirinya berharap dengan adanya upaya pemulihan ekonomi nasional akan mendorong permintaan biodiesel di dalam negeri.
 
Sejalan dengan peningkatan serapan B30, pemerintah juga menyiapkan peningkatan persentase biodiesel menjadi 40 atau 50 persen (B40-B50). Selain itu, lanjut Dadan dalam dua hingga tiga tahun mendatang juga akan masuk green diesel atau green gasoline
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif