Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA
Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA

KKP Fokus Kembangkan Komoditas Ekspor Bernilai Tinggi

Ekonomi Kementerian Kelautan dan Perikanan
Antara • 03 Maret 2021 08:29
Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat ini fokus kepada pengembangan sejumlah komoditas ekspor yang bernilai tinggi seperti udang dan lobster. Hal itu diharap memberi efek positif terhadap perekonomian Indonesia.
 
"KKP fokus pada produk ekspor komoditas unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi, yaitu udang, lobster dan rumput laut," kata Sakti Wahyu Trenggono, dilansir dari Antara, Rabu, 3 Maret 2021.
 
Komoditas udang dipilih menjadi prioritas berdasarkan data ekspor 2020 volume ekspor udang Indonesia mencapai 239.227 ton dengan nilai USD2,04 miliar. Untuk peningkatan produksi dan ekspor udang, lanjutnya, KKP akan memfasilitasi pengembangan shrimp estate yakni sistem budi daya dengan skala intensif, dengan target produksi berkisar 40 ton per hektare per tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Komoditas lainnya yaitu lobster dengan volume ekspor 2020 mencapai 2.022 ton dengan nilai USD75,25 juta. "Lobster dikembangkan melalui korporasi budi daya yang diharapkan dampaknya dapat menyentuh masyarakat, salah satu strategi yang dilaksanakan adalah membuat suatu model kawasan budi daya lobster," ucapnya.
 
Selanjutnya komoditas rumput laut, di mana Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua setelah Tiongkok, dengan volume ekspor 2020 sebesar 195.574 ton dengan nilai mencapai USD279,58 juta.
 
KKP, menurut dia, mengupayakan pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat dengan menggalakkan penggunaan bibit kultur jaringan, pembangunan kebun bibit, penyaluran penjemuran rumput laut, dan penyediaan gudang rumput laut yang menerapkan Sistem Resi Gudang.
 
Sementara dari aspek hilir, lanjutnya, akan dibangun pabrik pengolahan rumput laut, sehingga dapat mendorong ekspor produk turunan rumput laut. Ia juga mengungkapkan tentang pengembangan kampung budi daya dengan konsep Corporate Farming.
 
Kampung perikanan budi daya ini dengan dilakukan sinergi berbagai potensi untuk mendorong berkembangnya sistem dan usaha perikanan budi daya, yang digerakkan oleh masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah.
 
Beberapa yang dikembangkan adalah kampung bioflok lele, kampung bioflok nila, kampung kerapu, kampung kakap putih, kampung lobster, kampung rumput laut, kampung patin, kampung lobster dan kampung ikan hias.
 
"Akuakultur (budidaya perikanan) adalah jawaban untuk membangun sektor perikanan Indonesia yang memiliki aspek pembangunan yang terdiri dari teknologi yang menjadi motor, lingkungan, sosial ekonomi dan pasar yang menjadi pertimbangan komoditas unggulan," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif