Ilustrasi. Foto: MI/Liliek Dharmawan
Ilustrasi. Foto: MI/Liliek Dharmawan

Operasikan 19 Pesawat Bermasalah, Kemenhub Tegur GMF AeroAsia-Citilink

Ekonomi Citilink Penerbangan Kementerian Perhubungan
Husen Miftahudin • 26 Desember 2021 20:47
Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menegur PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMF AeroAsia) dan Citilink Indonesia lantaran 19 pesawat Citilink tetap dioperasikan meski sedang bermasalah. Teguran itu disampaikan lewat surat tertanggal 22 Desember 2021 dan diteken Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Dadun Kohar.
 
Plt Kepala Bagian Kerja Sama Internasional, Humas, dan Umum Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Fitri Indah menyampaikan bahwa Kemenhub memiliki komitmen kuat terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan.
 
"Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan amanah yang harus terus dijaga dan selalu menjadi tanggung jawab bersama antara operator dan regulator. Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub juga bertanggung jawab atas penyelenggaraan penerbangan yang aman dan selamat," tegas Fitri dalam keterangan resminya, Minggu, 26 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai bentuk tanggung jawab tersebut, lanjutnya, Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub melakukan pengawasan terkait seperti audit, inspeksi, monitoring, dan surveillance. Ia menekankan, kelaikudaraan pesawat udara menjadi salah satu prioritas dalam menjamin keselamatan penumpang dalam setiap penerbangan.
 
"Audit yang dilakukan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Ditjen Perhubungan Udara kepada semua operator penerbangan atau airline, dan hasil audit disampaikan kepada operator untuk segera diperbaiki dan ditindaklanjuti," tutur dia.
 
Surat teguran yang dikeluarkan Ditjen Perhubungan Udara merupakan bentuk tindakan korektif dari hasil pengawasan yang dilaksanakan sesuai dengan program yang telah dibuat, dan prosedur standar yang telah ditetapkan mengacu kepada peraturan penerbangan sipil dunia.
 
"Segala bentuk temuan atau tindakan korektif menjadi tanggung jawab operator penerbangan untuk dilakukan perbaikan dan penyelesaiannya akan terus dimonitor oleh Inspektur Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara sampai dengan permasalahan tersebut diselesaikan," jelas Fitri.
 
Adapun dari surat teguran yang dilayangkan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub kepada Accountable Manager GMF AeroAsia dan VP Engineering & Maintenance Citilink tersebut tertulis bahwa terdapat beberapa pesawat A320 Citilink yang beroperasi pada 1-17 Desember 2021 dengan dummy brake assy nomor 2 yang masih terpasang di PK-GQJ.
 
"Di mana agar pesawat tersebut dapat diterbangkan dilakukan open HIL Brake Assy No 2 due to NIL Spare (MEL Cat. C) dan Extension HIL Brake yang disetujui Chief Inspector Citilink," tulis Dadun dalam suratnya.
 
Dari status HIL pada 13 Desember 2021, terdapat 19 pesawat A320 Citilink yang mengalami open HIL Brake. "Dan dalam tiga bulan terakhir terjadi enam brake occurrences (melting, jammed, rotor damage, over temperature)."
 
Oleh karena itu, Dadun meminta GMF AeroAsia memperbaiki open HIL brake di 19 pesawat A320 Citilink, melakukan kajian status HIL dari Agustus sampai Desember 2021, dan mengidentifikasi nomor seri komponen yang bermasalah untuk dilepas dari pesawat.
 
Kemenhub meminta agar komponen itu disimpan dalam kawasan karantina, dan GMF AeroAsia diminta untuk  memastikan permasalahan ketidaktersediaan onderdil dan supply chain management. Untuk Citilink, Kemenhub meminta perusahaan meningkatkan fungsi kontrol dan pengawasan terhadap GMF AeroAsia.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif