Ilustrasi pembangkit listrik. Foto: Antara/Idhad Zakaria
Ilustrasi pembangkit listrik. Foto: Antara/Idhad Zakaria

Operasional Proyek 35 Ribu MW Capai 23%

Ekonomi pembangkit listrik Kementerian ESDM
Suci Sedya Utami • 30 Juli 2020 21:13
Jakarta: Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan hingga semester I, kapasitas proyek pembangkit 35 ribu megawatt (MW) yang telah beroperasi atau commercial operation date (COD) sebesar 23 persen atau 8.187 MW.
 
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan mengatakan dari kapasitas yang telah beroperasi, berasal dari 200 unit pembangkit. Rida menjelaskan proyek 35 ribu MW bersumber dari 537 pembangkit yang ditargetkan akan rampung keseluruhannya di 2028.
 
Sedangkan yang masih dalam tahap konstruksi sebesar 54 persen atau 98 unit pembangkit dengan kapasitas 19.250 MW. Adapun yang telah berkontrak namun belum konstruksi sebanyak 45 unit pembangkit dengan kapasitas 6.528 MW atau 19 persen. Sisanya masih dalam tahap pengadaan dan perencanaan yang masing-masing 24 unit berkapasitas 839 MW serta 30 unit berkapasitas 724 MW.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rida mengakui dengan adanya pandemi covid-19 memang membuat pengerjaan beberapa proyek terhambat dan kemungkinan akan dilakukan penundaan (postpone). Terlebih lagi dengan melihat adanya penurunan permintaan listrik di masa saat ini.
 
"Karena adanya penurunan demand maka kemudian PLN nanti untuk saatnya di RUPTL akan digeser jadwal COD-nya untuk tidak membebani lebih jauh ke operasional PLN," kata Rida dalam paparan kinerja semester I, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020.
 
Rida menjelaskan dengan beroperasinya beberapa proyek 35 ribu MW maka total kapasitas pembangkit yang telah beroperasi mencapai 70.901 MW. Jumlah tersebut terdiri dari pembangkit PLN sebanyak 60,6 persen atau kapasitasnya sebesar 42.995 MW, produsen listrik swasta (IPP) 26,5 persen atau 18.815 MW, izin operasi (IO) 7,7 persen atau 5.465 MW, private power utility (PPU) 5,1 persen atau 3.582 MW dan pemerintah 0,1 persen atau 55 MW.
 
"Dari total kapasitas terpasang pembangkit nasional yang datang dari EBT (energi baru terbarukan) sampai saat ini mencapau 14,7 persen atau 10.426 MW," ujar dia.
 
Sementara itu untuk penambahan jaringan transmisi hingga Juni 2020 realisasinya sebesar 950,85 kilo meter sirkuit (kms) dari target 4.459,62 kms. Sedangkan penambahan gardu induk capaiannya sebesar 2.890 mega volt ampere (MVA) dari target 14.247 di tahun 2020.
 
Lebih lanjut secara total, data hingga Mei jaringan distribusi terpasang mencapai 60,6 ribu kms dan jaringan distribusi terpasang mencapai 993,4 ribu kms.
 

(DEV)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif