Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. MI/Susanto.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. MI/Susanto.

Penjelasan Sri Mulyani soal Pandemic Bonds

Ekonomi sri mulyani Pandemic Bond
Eko Nordiansyah • 07 April 2020 21:09
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan soal rencana pemerintah yang akan menerbitkan pandemic bonds. Pendanaan dalam rangka menangkal dampak ekonomi akibat pandemi virus korona (covid-19) ini menjadi salah satu sumber pembiayaan yang dimiliki pemerintah.
 
Sri Mulyani mengungkapkan pandemic bonds dimasukkan dalam salah satu instrumen yang letaknya below the line. Artinya surat utang ini bukan ditujukan untuk menambal defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akibat penerimaan dikurangi belanja.
 
"Artinya resources yang dicadangkan untuk negara dalam rangka menjaga kemungkinan domino effect yang bisa ancam ekonomi dan sistem keuangan kita," kata dia dalam video conference di Jakarta, Selasa 7 April 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, penggunaan daripada pandemic bonds masih difinalisasi oleh pemerintah. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan ada beberapa alternatif yang tengah dibahas dengan sejumlah lembaga keuangan. Pertama, pandemic bonds bisa digunakan untuk Penyertaan Modal Negara (PMN) di BUMN.
 
"Pertama, mereka bisa dalam bentuk PMN. PMN itu kita masukkan dalam neraca dari BUMN yang selama ini dapat PMN. Bisa cash, non cash. Itu selama ini dilakukan. Atau bentuknya dalam penempatan dana pemerintah atau investasi pemerintah," jelas dia.
 
Dirinya menambahkan, pandemic bonds juga bisa digunakan sebagai penjaminan bagi perusahaan atau institusi yang ditunjuk oleh pemerintah. Mereka akan ditugasi untuk mendukung restrukturisasi agar tekanan ekonomi akibat covid-19 tidak menjadi tekanan di sisi keuangan.
 
"Kalau penjaminan itu ya kita belom keluarkan bonds di market tapi kita lihat bagaimana institusi yang lakukan tugas pemerintah mendapatkan jaminan dari pemerintah. Apabila menderita, bisa klaim ke pemerintah. Prinsip ini yang sedang dielaborasikan, detailkan diskusi dengan OJK dan lembaga keuangan," ungkapnya.
 
Namun begitu, Sri Mulyani memastikan penggunaan dana dari pandemic bonds adalah untuk membantu pelaku usaha yang terdampak covid-19. Pemerintah juga membuka peluang untuk pendanaan pandemic bonds bisa digunakan membantu sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
 
Terakhir, prinsip yang digunakan untuk pandemic bonds ini adalah rule based dan risk sharing. Dengan demikian, lembaga yang ikut akan bersama-sama memiliki risiko serta tanggung jawab yang sama ketika terjadi risiko untuk membuat restrukturisasi di kemudian hari.
 
"Kapan dipakai? Kita gunakan di 2020 dengan harapan tidak terjadi lagi wabah covid jilid II, III karena ini juga sesuatu yang mungkin terjadi. Risiko di beberapa paper, covid bisa terjadi jilid II dan III. Kita berharap itu tidak terjadi, artinya sekarang hanya disiapkan hanya di 2020," pungkas dia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif