Selama pembatasan sosial berskala besar, ojek online dilarang angkut penumpang. Foto: dok MI.
Selama pembatasan sosial berskala besar, ojek online dilarang angkut penumpang. Foto: dok MI.

Pembatasan Sosial Berskala Besar

Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang

Ekonomi Virus Korona ojek online
Ade Hapsari Lestarini • 06 April 2020 14:37
Jakarta: Transportasi berbasis aplikasi alias ojek online tidak diperkenankan mengangkut penumpang. Aturan itu berlaku di daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
 
Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
 
"Layanan ekspedisi barang, termasuk sarana angkutan roda dua berbasis aplikasi dengan batasan hanya untuk mengangkut barang dan tidak untuk penumpang," demikian bunyi aturan PSBB poin D, nomor 2, bagian i, dikutip Medcom.id, Senin, 6 April 2020,
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pasal 13 Ayat 7 dalam Permenkes tersebut mengatakan pembatasan tempat atau fasilitas umum sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dikecualikan untuk supermarket, minimarket, pasar, toko atau tempat penjualan obat-obatan dan peralatan medis kebutuhan pangan, barang kebutuhan pokok, barang penting, bahan bakar minyak, gas, dan energi.
 
Sementara itu tempat lain yang juga tetap beroperasi saat PSBB adalah fasilitas pelayanan kesehatan atau fasilitas lain dalam rangka pemenuhan pelayanan kesehatan. Termasuk juga tempat atau fasilitas umum untuk pemenuhan kebutuhan dasar penduduk seperti olahraga.
 
Aturan tersebut juga menyebut pelaksanaan PSBB dilakukan selama masa inkubasi terpanjang (14 hari). Jika masih terdapat bukti penyebaran berupa adanya kasus baru, dapat diperpanjang dalam masa 14 hari sejak ditemukannya kasus terakhir.
 
Penerapan PSBB di suatu wilayah ditetapkan Menteri Kesehatan berdasarkan permohonan kepala daerah. Dalam Permenkes Nomor 6 Tahun 2020, kepala daerah baik itu gubernur, bupati, atau wali kota harus mengajukan permohonan PSBB kepada menteri dengan disertai sejumlah data seperti peningkatan dan penyebaran kasus serta kejadian transmisi lokal.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif