NEWSTICKER
Ilustrasi beras Bulog - - Foto: Medcom/ Annisa Ayu
Ilustrasi beras Bulog - - Foto: Medcom/ Annisa Ayu

Kemendag Minta Bulog Pasok Lebih Banyak Beras ke Toko Ritel

Ekonomi Virus Korona bulog
Ilham wibowo • 25 Maret 2020 16:18
Jakarta: Kementerian Perdagangan meminta Perum Bulog (Persero) lebih maksimal dalam menyalurkan stok beras medium ke masyarakat. Stok beras dengan harga terjangkau ini perlu merambah pasar ritel modern.
 
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Suhanto mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat penugasan kepada Bulog agar lebih banyak melakukan Kegiatan Pasokan Stabilisasi Harga (KPSH) di seluruh provinsi. Langkah ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat virus korona.
 
"Penugasan kami kepada Bulog ini untuk melakukan stabilitas ketersediaan harga atau dulu dikenal dengan operasi pasar itu sampai akhir Desember," kata Suhanto melalui konferensi video, Rabu, 25 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya Bulog masih menguasai beras 1,5 juta ton yang berada di gudang-gudang seluruh provinsi. Karena itu, Bulog bisa memasok lebih banyak beras medium dengan kemasan lima kilogram ke toko ritel.
 
"Harapan kami kerja sama ini beras medium Bulog dapat ditemui di ritel modern yang umumnya sekarang di Indonesia sudah ada di masing-masing kota dan kabupaten," paparnya.
 
Meski demikian, kondisi stok beras dalam kondisi darurat virus korona diklaim mencukupi. Pantauan di pasar beras stok yang dimiliki oleh agen pedagang pengecer swasta masih cukup memadai hingga memasuki Ramadan.
 
"Stok yang dikuasai Bulog 1,5 juta ton sementara masih banyak stok yang dikuasai pedagang petani dan masayarakat. Dengan jumlah stok dan prediksi panen dari Kementan kami yakinkan stok beras cukup," ungkapnya.
 
Lebih lanjut, ia memastikan pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan supply dan demand untuk barang kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat. Monitoring dilakukan setiap hari di 34 provinsi bersama Satgas Pangan demi mengantisipasi lonjakan harga dan kelangkaan stok akibat penimbunan.
 
"Agar masyarakat tenang, beberpa hari kedepan kita akan memasuki bulan Ramadan, berdasarkan pantauan kami harga rata-rata nasional bahan pokok secara umum dalam kondisi normal," ucapnya.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif