PGN. Foto : Medcom/Annisa Ayu.
PGN. Foto : Medcom/Annisa Ayu.

PGN Harap Kebijakan Harga USD6 Tingkatkan Serapan Gas

Ekonomi gas
Suci Sedya Utami • 06 Agustus 2020 21:43
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara (PGN) berharap kebijakan harga gas yang dipatok sebesar USD6 per million british thermal unit (MMBTU) untuk sektor industri dan kelistrikan akan meningkatkan serapan gas PGN.
 
Direktur Komersial PGN Fariz Aziz mengatakan jika hal tersebut terjadi maka akan bisa mengompensasi serapan gas PGN yang mengalami penurunan di masa pandemi. Fariz mengatakan serapan gas dari konsumen industri dan juga oleh PLN mengalami drop lanyaran kegiatan usaha berkurang serta penggunaan listrik menurun.
 
Ia bilang, sejak implementasi harga gas ini memang terjadi peningkatan serapan. Di Juli serapan gas sebesar 5,8 persen. Peningkatan ini diharapkan berlanjut ke depannya sehingga bisa kembali normal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di Juli memang sudah ada peningkatan, maka kami berharap dengan adanya kebijakan harga gas khusus industri ini bisa lebih banyak lagi serapan gasnya," kata Fariz dalam diskusi daring bertajuk keekonomian harga gas, Kamis, 6 Agustus 2020.
 
Harapannya melalui harga gas USD6 per MMBTU ini, maka tujuh sektor industri yang mendapatkan manfaat akan bisa mendorong kegiatan usahanya serta daya saing industrinya. Sehingga dampaknya juga akan mendorong perekonomian nasional bergerak lebih cepat.
 
“PGN berharap tren naik lebih tinggi dari penyerapan industri. Sehingga bisa tumbuh, sektor tenaga kerja bisa terserap lebih banyak, ekonomi akan lebih baik ke depan,” tutur Fariz.
 
Dalam kesempatan yang sama Deputi Keuangan dan Monetisasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Arief Handoko mengatakan apabila daya saing industri dalam negeri meningkat akan bisa menciptakan dividen dan setoran pajak dari industri dan pupuk sebesar Rp5,8 triliun.
 
Hal itu tentunya akan bisa menjadi bagian untuk mengkompensasi penurunan penerimaan negara yang diperkirakan sebesar Rp87,4 triliun dari kebijakan harga gas ini. Selain melalui dividen dan setoran pajak, secara total pemerintah juga akan mendapatkan manfaat berupa penghematan belanja senilai Rp97,8 triliun.
 
"Selain keuntungan secara nilai rupiah dari penurunan harga gas, diharapkan melalui penurunan harga gas akan menciptakan multiplier effect dari sisi tenaga kerja dan juga peningkatan kemampuan perusahaan untuk melakukan ekspansi dan pertumbuhan industri," jelas Arief.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif