Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI

Semester I, Pegadaian Bukukan Transaksi Gadai Rp6,7 Triliun

Ekonomi Pegadaian
Antara • 25 September 2020 13:03
Makassar: Transaksi gadai di PT Pegadaian Kantor Wilayah VI Makassar mengalami peningkatan 25 persen pada semester I-2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya atau dari Rp5,3 triliun menjadi Rp6,7 triliun. Pegadaian berharap kinerja bisnis terus membaik di masa mendatang.
 
Pimpinan Pegadaian Kantor Wilayah VI Makassar Alim Sutiono mengatakan meningkatnya transaksi gadai di masa pandemi covid-19 ini membuat Pegadaian kembali memperketat protokol kesehatan, apalagi kurva penularan di beberapa daerah di Indonesia kian meningkat.
 
"Sekarang memang kita sudah memasuki masa normal baru dan beberapa daerah di Indonesia itu peningkatan penularannya melambung tinggi. Kami tidak ingin itu juga terjadi di sini, makanya protokol kesehatan kami perketat," ujarnya, dikutip dari Antara, Jumat, 25 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan barang jaminan gadai didominasi oleh emas, yakni sebesar 95 persen sedangkan sisanya lima persen bervariatif dengan barang berharga lainnya. Pegadaian mencatat transaksi terbanyak terjadi saat mendekati Lebaran, banyak dari nasabah yang melakukan penebusan. Namun, saat Lebaran sampai sekarang gadai emas kembali banyak dilakukan.
 
Alim melanjutkan adanya fenomena tersebut Pegadaian memprediksi sampai akhir tahun transaksi gadai emas ditargetkan mengalami peningkatan. Menurutnya hal itu dikarenakan tingginya nasabah yang melakukan transaksi gadai.
 
"Karena melihat fenomena ini, kami telah melakukan beberapa strategi seperti shifting pemasaran offline ke kanal online, melalui agen gadai maupun komunitas, program khusus untuk nasabah gadai serta melalui Gadai Peduli, sehingga diharapkan akhir tahun nanti target tercapai atau terlampaui," ucapnya
 
Selain itu, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk bertransaksi melalui Pegadaian Digital Service, namun kalaupun harus tetap datang ke outlet wajib untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
 
"Demi keamanan bersama, kalaupun ingin melakukan transaksi di outlet kami, maka setiap nasabah harus mematuhi protokol kesehatan karena setiap orang pegawai kami pun juga melakukan hal yang sama menjalankan protokol kesehatan yang ketat," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif