Ilustrasi penandatangan kerja sama di industri baterai kendaraan listrik - - Foto: dok MI
Ilustrasi penandatangan kerja sama di industri baterai kendaraan listrik - - Foto: dok MI

Kementerian Investasi Teken Kerja Sama Ekosistem Baterai Listrik dengan Foxconn

Ekonomi Investasi Asing foxconn Bahlil Lahadalia Kendaraan Listrik Kementerian Investasi Baterai kendaraan Listrik
Eko Nordiansyah • 23 Januari 2022 17:21

Jakarta: Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Hon Hai Precision Industry Co. Ltd (Foxconn), Gogoro Inc, PT Industri Baterai Indonesia (IBC), dan PT Indika Energy Tbk. 
 
Kerja sama dilakukan dalam Investasi Pengembangan Ekosistem Energi Baru Berkelanjutan melalui Investasi Baterai Listrik, Kendaraan Listrik, dan Industri Pendukungnya dengan skema kerja sama Build-Operate-Localize (BOL).
 
"Pemerintah Indonesia secara sungguh-sungguh akan mengawal rencana investasi ini, dengan mitra BUMN maupun pengusaha nasional di Indonesia. Di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua, Indonesia sangat fokus mendorong investasi berkelanjutan terutama mengedepankan green energy dan green industry," kata Bahlil dalam keterangan resminya, Minggu, 23 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahlil menyatakan keputusan Foxconn dan Gogoro memilih Indonesia menjadi tempat berinvestasi sangat tepat. Indonesia disebut memiliki nilai tambah bagi para investor dalam tiga hal, yaitu pasar yang besar di mana 43 persen populasi ASEAN, satu-satunya negara ASEAN yang masuk dalam G20, serta pertumbuhan kelas menengah ke atas di Indonesia semakin hari semakin baik.
 
Melalui Nota Kesepahaman ini, Foxconn bersama Gogoro, IBC, dan Indika akan menjajaki kerja sama investasi ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang komprehensif di Indonesia, mulai dari pembuatan baterai listrik (termasuk sel baterai, modul baterai, dan baterai), hingga ke pengembangan industri kendaraan listrik roda empat, kendaraan listrik roda dua, dan bus listrik (E-Bus). 
 
Adapun lingkup kerja sama juga mencakup pengembangan industri penunjang EV yang meliputi energy storage system (ESS), battery exchange/swap station, battery daur ulang, serta riset dan pengembangan (R&D) di bidang baterai elektrik dan EV.
 
Perkiraan nilai total investasi dalam proyek-proyek tersebut oleh seluruh mitra usaha mencapai USD8 miliar atau sekitar Rp114 triliun. Keseluruhan proyek akan menghasilkan kapitalisasi pasar dengan nilai total lebih dari USD100 miliar di Indonesia pada 2030.


 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif