Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersinergi dengan PT Pertamina (Persero) melalui pembangunan target 40 ribu outlet Pertashop hingga 2024. Foto: Dok. Pertamina.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersinergi dengan PT Pertamina (Persero) melalui pembangunan target 40 ribu outlet Pertashop hingga 2024. Foto: Dok. Pertamina.

Kemendagri-Pertamina Sosialisasi Pertashop ke Kepala Desa se-Banten

Ekonomi pertamina kemendagri
Husen Miftahudin • 22 Oktober 2020 21:59
Jakarta: Mendukung perkembangan ekonomi dan kemandirian desa, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersinergi dengan PT Pertamina (Persero) melalui pembangunan target 40 ribu outlet Pertashop hingga 2024 sebagai penyalur resmi BBM, LPG, dan pelumas Pertamina berskala kecil yang digalakkan di desa-desa seluruh Indonesia.
 
Di Tangerang Selatan, Banten, Pertamina membuka peluang kerja sama kemitraan bisnis Pertashop kepada pemerintahan desa, koperasi, serta pelaku usaha atau UKM di seluruh Indonesia, melalui kegiatan sosialisasi bersama Kemendagri.
 
Dalam kegiatan tatap muka yang bersifat terbatas dan mematuhi protokol kesehatan itu, sosialisasi disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Nata Irawan dan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading Pertamina Mas'ud Khamid kepada kepala desa se-Provinsi Banten secara virtual.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kesempatan itu Nata Irawan menyampaikan bahwa Kemendagri akan melakukan pembinaan dan pengawasan secara umum kepada pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, serta penyelenggara pemerintahan desa untuk percepatan pencapaian target program Pertashop ini.
 
"Saya minta komitmen yang kuat dari pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten atau kota yang hadir agar dapat memberikan pelayanan terbaiknya, serta mendukung percepatan perizinan yang diperlukan untuk pelaksanaan program kerja sama Pertashop di desa dengan sebaik-baiknya," ujar Natan dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 22 Oktober 2020.
 
Mas'ud Khamid mengungkapkan Pertamina membuka peluang kerja sama kemitraan bisnis Pertashop kepada pemerintahan desa, koperasi, serta pelaku usaha atau UKM di seluruh Indonesia. Hal ini sebagai komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
 
"Sejalan dengan program Pertamina One Village One Outlet, Pertamina akan memprioritaskan lembaga desa sebagai pengelola Pertashop. Kami harap kehadiran Pertashop dapat mempermudah aksesibilitas energi bagi masyarakat desa, sekaligus menggerakkan perekonomian di desa. Sehingga masyarakat dapat langsung merasakan kehadiran Pertamina," harap Mas'ud.
 
Pertamina melalui kerja sama ini menargetkan 4.558 Pertashiop dibangun di seluruh wilayah Indonesia pada tahun ini. Adapun hingga Oktober 2020, sudah terdapat 763 outlet Pertashop yang sudah dan akan siap beroperasi di Indonesia.
 
General Manager Marketing Operation Region (MOR) III Werry Prayogi mengatakan di Provinsi Banten telah beroperasi 11 outlet Pertashop. "Pertamina terus bergerak memperluas pembangunan Pertashop untuk mencukupi kebutuhan energi bagi masyarakat di pelosok desa. Terutama masyarakat yang tinggal jauh dari lokasi SPBU," tutur Werry.
 
Werry menambahkan, Pertashop memiliki kapasitas minimal 3.000 liter untuk jenis produk Pertamax. Pertashop dirancang dengan memperhatikan faktor keamanan dan akurasi takaran serta dalam pengurusan bisnisnya dilakukan secara langsung atau tanpa perantara.
 
"Pasokan produk BBM berkualitas disalurkan langsung menggunakan mobil tangki dari fuel terminal terdekat dari lokasi Pertashop," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif