Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: MI/ Susanto
Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: MI/ Susanto

BI: Kegiatan Dunia Usaha Kuartal III-2020 Mulai Membaik

Ekonomi Bank Indonesia Dunia Usaha pandemi covid-19
Husen Miftahudin • 14 Oktober 2020 12:10
Jakarta: Bank Indonesia (BI) melaporkan kegiatan dunia usaha pada kuartal III-2020 membaik. Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pada kuartal III-2020 sebesar minus 5,97 persen, membaik dari kuartal sebelumnya yang tercatat minus 35,75 persen.
 
Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengungkapkan perbaikan kegiatan usaha terjadi pada seluruh sektor ekonomi. Perbaikan pada sektor industri pengolahan; sektor perdagangan, hotel, dan restoran; sektor pengangkutan dan komunikasi; serta sektor keuangan, real estate, dan Jasa perusahaan didukung oleh penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di berbagai wilayah.
 
"Responden menyampaikan beberapa faktor yang mendorong perbaikan kegiatan usaha kuartal III-2020 antara lain yaitu membaiknya kinerja subsektor keuangan, musim panen pada pertanian tanaman pangan dan perkebunan, peningkatan jumlah pelanggan baru di subsektor listrik, serta peningkatan permintaan produk industri serta perdagangan pada jenis makanan, minuman dan tembakau, serta tekstil, barang kulit dan alas kaki," papar Onny dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejalan dengan kinerja kegiatan usaha, kapasitas produksi terpakai dan penggunaan tenaga kerja pada kuartal III-2020 tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Kapasitas produksi terpakai pada kuartal III-2020 tercatat sebesar 71,77 persen, lebih tinggi dibandingkan 69,28 persen pada kuartal II-2020 meski masih lebih rendah dari 75,42 persen pada kuartal III-2019.
 
Adapun kapasitas produksi terpakai mengalami peningkatan pada hampir seluruh sektor, seperti pada sektor pertambangan dan penggalian dengan kapasitas utilisasi yang meningkat (70,49 persen) sejalan dengan membaiknya permintaan didukung kondisi cuaca, ketersediaan bahan baku, dan sarana/prasarana aktivitas tambang.
 
"Selain itu, terdapat peningkatan kapasitas produksi terpakai pada pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan sejalan dengan panen raya pada tanaman bahan makanan serta cuaca yang mendukung aktivitas perkebunan dan perikanan," urai dia.
 
Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha dari aspek likuiditas dan rentabilitas juga menunjukkan perbaikan pada kuartal III-2020, dengan akses kredit yang membaik. Berdasarkan kondisi likuiditasnya, Saldo Bersih (SB) likuiditas perusahaan pada kuartal III-2020 tercatat sebesar minus 2,82 persen, membaik dari minus 18,13 persen pada kuartal sebelumnya.
 
"Responden yang menjawab kondisi likuiditas perusahaan dalam kondisi baik sebesar 17,73 persen, meningkat dari kuartal sebelumnya sebesar 11,43 persen. Adapun 20,56 persen responden menjawab kondisi likuiditas buruk pada kuartal III-2020, menurun dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 29,56 persen," jelas Onny.
 
Dari aspek kemudahan akses kredit perbankan, responden menilai akses kredit perbankan pada kuartal III-2020 cenderung membaik. SB akses kredit pada kuartal III-2020 sebesar minus 5,96 persen, lebih tinggi dibandingkan SB minus 9,14 persen pada kuartal II-2020.
 
Responden yang menjawab bahwa akses kredit selama tiga bulan terakhir lebih mudah tercatat sebesar 6,44 persen, lebih tinggi dari sebelumnya sebesar 4,70 persen. Adapun responden yang menjawab akses kredit lebih sulit terlihat menurun menjadi 12,40 persen dari kuartal sebelumnya sebesar 13,86 persen.
 
Pada kuartal IV-2020, responden memprakirakan kegiatan usaha akan mencatat kinerja positif dengan SBT sebesar 2,12 persen. Berdasarkan sektor ekonomi, peningkatan terjadi pada mayoritas sektor ekonomi, terutama sektor keuangan; sektor real estate dan jasa perusahaan; sektor perdagangan, hotel, dan restoran; serta sektor pengangkutan dan komunikasi.
 
"Kegiatan usaha yang makin kuat pada kuartal IV-2020 sejalan dengan optimisme penerapan AKB yang dapat mendorong permintaan masyarakat," tutup Onny.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif