Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

PGN Minta PLN Jor-Joran soal Kebutuhan Gas untuk Konversi PLTD

Ekonomi gas PLN Perusahaan Gas Negara (PGN)
Suci Sedya Utami • 27 Januari 2021 21:53
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menginginkan agar PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) terbuka mengenai volume kebutuhan gas yang dibutuhkan untuk konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke gas.
 
Pasalnya saat ini PGN tengah membuat perencanaan pasokan gas ke pembangkit PLN tersebut dan juga membangun infrastruktur pendukung. Namun konversi PLTD ini mandek di tengah jalan.
 
Direktur Utama PGN Suko Hartono mengungkapkan selama proses pembahasan konversi, pihak PLN tidak terbuka mengenai data gas yang dibutuhkan. Ia bilang data yang disampaikan PLN tidak masuk dalam hitungan keekonomian proyek konversi yang dirancang PGN.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Proyek konversi ini memang masih jadi kendala lebih ke komersialnya. Pemanfaatan gas sangat jauh angkanya. Ini yang kami rasa perlu keterbukaan teman-teman PLN," kata Suko dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Rabu, 27 Januari 2021.
 
Misalnya, kata Suko, salah satu PLTD dengan kapasitas 120 megawatt (MW) yang berdasarkan data PLN kebutuhan gasnya sebesar 2-3 billion british thermal unit per day (BBTUD). Angka tersebut bagi PGN tidak masuk akal karena terlalu kecil.
 
"Itu yang mungkin perlu dibuka sama teman-teman PLN sebenarnya seperti apa," tutur Suko.
 
Sementara PGN mendapatkan penugasan dan wajib memasok kebutuhan gas untuk konversi tersebut serta membangun infarastruktur pendukung.
 
Secara terpisah, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Syahrial Mukhtar mengatakan saat ini pihaknya sedang membangun infrastruktur gas alam cair (LNG) untuk proyek konversi PLTD milik PLN. Untuk tahap pertama ada 30 titik yang akan dijangkau oleh PGN.
 
"Dari 30 itu, yang sudah selesai ada di Sorong. Untuk yang di Tanjung Selor pada kuartal tiga tahun ini bisa selesai," ujar Syahrial.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif