Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto: Dok.Kemenkop UKM
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto: Dok.Kemenkop UKM

Teten Cari Cara agar Banpres Produktif Ditambah

Ekonomi bansos UMKM Kementerian Koperasi dan UKM
Ilham wibowo • 26 Oktober 2020 17:20
Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengaku tengah mencari cara agar dana program Bantuan Presiden untuk Usaha Mikro (BPIM) bisa ditambah. Jumlah pendaftar membeludak hingga 28 juta orang dari estimasi pemerintah yang hanya sebesar 12 juta orang periode 2020.
 
"Akan kita coba terus cari solusinya, mudah-mudahan tahun depan, kami juga sudah usulkan kembali untuk terus dilanjutkan karena kita melihat usaha mikro masih berat di kuartal I-2021," kata Teten dalam webinar di Jakarta, Senin, 26 Oktober 2020.
 
Menurut Teten, peminat program bantuan sosial langsung tunai sangat antusias dimanfaatkan untuk kembali membangkitkan ekonomi nasional dari kelompok usaha mikro. Masyarakat di berbagai daerah daerah bahkan banyak yang mendatangi kantor desa atau kelurahan setempat untuk membuat surat keterangan usaha (SKU).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Program ini disusun dengan estimasi 12 juta, ternyata sekarang membludak dan yang tidak punya usaha mikro juga akhirnya punya SKU dari desa," ujarnya.
 
Teten mengatakan bahwa banyaknya jumlah masyarakat pendaftar Banpres Produktif sejalan dengan komposisi usaha mikro yang mencapai 60 persen dari total UMKM di Indonesia. Teten pun bakal mengupayakan para pendaftar yang telah dipastikan memenuhi syarat agar bisa mendapatkan bantuan di periode 2020.
 
"Saya mengajukan ke Pak Presiden dan ke Kementerian Keuangan, kalau ada sisa anggaran pemulihan ekonomi nasional atau anggaran kementerian bisa dialokasikan untuk UMKM paling tidak, bisa tambah dari 12 juta ke 15 juta," ungkapnya.
 
Tak hanya Presiden, Teten juga meminta dukungan para anggota DPR agar alokasi dana negara bisa lebih banyak disalurkan untuk membantu masyarakat produktif. Selama pandemi covid-19, kelompok usaha mikro yang belum pernah merasakan akses pembiayaan dari bank sangat terdampak dari sisi produktivitas lantaran kekurangan modal.
 
"Kami di rapat dengan DPR sudah mengajukan tahun depan untuk 20 juta karena memang banyak usaha mikro yang belum bankable," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif