Pariwisata Indonesia. Foto : MI/Ramdani.
Pariwisata Indonesia. Foto : MI/Ramdani.

Pemulihan Pariwisata Bertumpu di Kebijakan Pemerintah

Ekonomi pariwisata indonesia pandemi covid-19
Ilham wibowo • 29 Juli 2020 17:17
Jakarta: Peran Pemerintah dalam menciptakan sentimen positif di sektor pariwisata dinilai penting untuk pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi covid-19. Kehadiran turis lokal maupun asing akan kembali pulih dimulai dengan kepastian protokol kesehatan berjalan di destinasi wisata.
 
Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani mengatakan bahwa dibukanya kembali kawasan wisata secara perlahan akan menggerakkan 174 juta turis lokal potensial untuk jalan-jalan di destinasi domestik. Sementara di ASEAN potensi turisnya mencapai 49,7 juta orang.
 
"Intinya kalau pasar ingin dimaksimalkan, selain kehadiran vaksin, regulasi pemerintah dalam penanganan covid-19, yang pasti turis harus merasa aman. Itu harus diciptakan dulu agar mereka mau kembali berwisata," kata Haryadi di event Planet Tourism Indonesia 2020 yang digelar virtual via hopin oleh MarkPlus Tourism, Rabu, 29 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia pun mengakui bahwa pandemi covid-19 telah memberi dampak besar pada sektor pariwisata. Jumlah kunjungan turis menurun drastis dan berimbas pada sepinya kunjungan hotel.
 
"Tingkat okupansi hotel di Mei 2020 di Indonesia hanya 14,45 persen saja. Penerbangan domestik juga dibanding Mei tahun lalu turun 98,34 persen. Potensi yang hilang dari industri pariwisata bisa sampai USD6 miliar selama Januari-Juni 2020," ungkapnya.
 
Haryadi menuturkan bahwa sekitar 2.000 hotel dan restoran tutup pada kuartal II-2020 dengan kerugian masing-masing mencapai Rp40 triliun dan Rp45 triliun. Bila dibagi per kota, dari Januari sampai tengah Juli okupansi hotel di Jakarta hanya 20 persen, Batam 10 persen, Yogyakarta 10 persen. Kawasan Bali paling terdampak dengan okupansi yang hanya satu persen saja.
 
Harapan pelaku pariwisata pun ada pada pemerintah yang memegang kendali pemulihan covid-19. Haryadi berharap dengan mulai dibukanya destinasi wisata sedikit demi sedikit akan memulihkan sektor ini.
 
Bali pada Juli ini akan mulai dibuka kembali untuk turis domestik dan menyusul untuk turis asing pada September. Selain beberapa destinasi populer, destinasi seperti taman nasional juga akan mulai dibuka perlahan.
 
"Dari hasil analisis sosial media, masyarakat Indonesia memiliki sentimen positif terhadap sektor pariwisata dibanding negara-negara Asean lain, Malaysia juga positif. Artinya jika masyarakat Indonesia punya sentimen positif, pariwisata akan pulih lebih cepat," ujar Hariyadi.
 
Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem KLHK Wiratno mengatakan bahwa rencana tahap satu ada 20 taman nasional dan wisata alam akan dibuka. Evaluasi akan dilakukan secara berkala setiap pekan mengantisipasi ancaman gelombang kedua.
 
"Dasarnya adalah pengembalian sektor riil pendukung wisata tersebut. Namun jika ternyata hasil evaluasi menunjukkan zona merah, akan ditutup kembali," ungkapnya.
 

(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif