Ilustrasi KAI - - Foto: MI/ Pius Erlangga
Ilustrasi KAI - - Foto: MI/ Pius Erlangga

KAI: Dana Talangan Pemerintah untuk Sumpal Defisit Keuangan

Ekonomi bumn pt kai
Annisa ayu artanti • 22 Mei 2020 19:32
Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyebut dana talangan dari pemerintah sebesar Rp3,5 triliun akan digunakan untuk menambal defisit keuangan yang terjadi akibat virus korona (covid-19).
 
Direktur Utama PT KAI (Persero) Didiek Hartantyo mengatakan besaran dana tersebut sesuai dengan perhitungan stress test yang dilakukan manajemen selama ini. Berdasarkan perhitungan tersebut KAI akan memiliki defisit sebesar Rp3,5 triliun hingga Juni 2020.
 
"Apabila dilihat dari stress test, angka itu muncul sesuai cash flow kami. Maret cash flow sudah defisit. Kira-kira sampai Juni defisitnya bisa mencapai Rp3,5 triliun," jelas Didiek dalam video conference, Jumat, 22 Mei 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika pandemi tak kunjung usai, cash flow perusahaan diperkirakan semakin tertekan dan angka defisit melebihi Rp3,5 triliun.
 
"Apabila sampai akhir tahun bisa lebih dari itu (Rp3,5 triliun). Angka itu yang diambil pemerintah sebagai bantuan kepada KAI untuk mengatasi covid ini," ujarnya.
 
Didiek mengaku memahami bahwa dana talangan bukan hadiah yang diberikan secara cuma-cuma oleh pemerintah melainkan harus dikembalikan dengan bunga yang sudah ditentukan sebelumnya.
 
Karena itu, KAI akan menggunakan dana talangan tersebut untuk membiayai kegiatan operasional selama pandemi covid-19.
 
"Dana talangan ini tidak gratis dan kita kembalikan, ada suku bunga tertentu dan sedang digodok karena sumber dari ini adalah SBN (Surat Berharga Negara)," pungkasnya.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif