Ilustrasi PGN. Foto : MI/Ramdani.
Ilustrasi PGN. Foto : MI/Ramdani.

PGN Tunggu Regulasi KESDM untuk Turunkan Harga Gas Industri

Ekonomi gas perusahaan gas negara (pgn)
Suci Sedya Utami • 01 April 2020 21:45
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara (PGN) masih menunggu regulasi pendukung dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengimplementasikan penurunan harga gas industri.
 
Sesuai instruksi Presiden Joko Widodo harga gas industri mulai turun menjadi sebesar USD6 per million british termal unit (MMBTU) pada hari ini Rabu, 1 April 2020.
 
"Sampai dengan hari ini kami belum menerima regulasi pendukung untuk implementasi penurunan harga gas bumi," kata Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama dalam keterangan resmi, Rabu, 1 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rachmat mengatakan penerbitan regulasi turunan diperlukan sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap pemerintah, Pertamina dan publik sebagai pemegang saham serta dengan mempertimbangkan aspek tata kelola perusahaan.
 
Namun Rachmat mengatakan pihaknya berkomitmen untuk melakukan efisiensi internal demi mengimplementasikan isi Perpres tersebut. Langkah ini diharapkan bisa mendukung upaya pemerintah dalam mendorong perekonomian, khususnya penguatan dan kontribusi sektor industri tertentu.
 
"Sesuai UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, PGN mengemban misi sebagai revenue generator sekaligus agent of development. Oleh karena itu, sebagai pionir pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi, PGN terus melakukan inovasi dan terobosan agar energi baik gas bumi dapat digunakan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat," jelas Rachmat.
 
Sebelumnya Pemerintah telah resmi memutuskan penurunan harga gas bumi untuk industri bakal mulai diberlakukan pada 1 April 2020. Nantinya harga gas industri bakal sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2016. Dalam Perpres tersebut, harga gas ditetapkan maksimal sebesar USD6 per MMBTU atau sekitar Rp83.784.
 
Sejauh ini masih ada beberapa industri yang harga gasnya masih belum turun. Beberapa diantaranya adalah industri keramik yang membeli gas dengan harga USD7,7 per MMBTU, kaca USD7,5 per MMBTU, sarung tangan karet USD9,9 per MMBTU, dan oleokimia USD8-10 per MMBTU.
 
Baru industri pupuk, petrokimia dan baja yang sudah mengalami penyesuaian harga sesuai Perpres Nomor 40 Tahun 2016 sebesar USD6 MMBTU. Untuk industri pupuk, penyesuaian harga gas terjadi di PT Pupuk Kalimantan Timur 1-4 dengan harga USD3,99 per MMBTU, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang USD6 per MMBTU, PT Pupuk Iskandar Muda USD6 per MMBTU, dan PT Pupuk Kujang USD5,84 per MMBTU.
 
Untuk industri petrokimia, pemerintah menetapkan harga gas PT Petrokimia Gresik senilai USD6 per MMBTU dan PT Kaltim Parna Industri USD4,04 per MMBTU. Sementara itu, harga gas untuk sektor baja dikenakan sebesar USD6 per MMBTU di PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif