Garuda terbang perdana dari Aceh. Foto: Medcom.id/Fajri Fatmawati.
Garuda terbang perdana dari Aceh. Foto: Medcom.id/Fajri Fatmawati.

Garuda Terbang Perdana dari Aceh

Ekonomi Garuda Indonesia aceh
Fajri Fatmawati • 02 September 2020 23:13
Banda Aceh: Maskapai Garuda Indonesia meluncurkan penerbangan perdana dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Pihaknya menambah frekuensi penerbangan rute Jakarta-Aceh maupun sebaliknya.
 
Manager Sales and Services Garuda Indonesia Banda Aceh Widya Kurniawan Putra mengatakan penerbangan maskapai Garuda sebelumnya memang sudah aktif terakhir kali penerbangan pada Oktober 2018. Namun, kini penerbangan akan dilayani hanya pada Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.
 
"Tadi pagi kita meluncurkan penerbangan perdana yang sebelumnya memang sudah aktif, jadi pagi tadi kita launching kembali penerbangan Garuda Indonesia dari Banda Aceh pukul 11.10 WIB kemudian dari Jakarta pukul 07.30 WIB. Ini penerbangan yang jadi dua kali sehari," kata Widya, Rabu, 2 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lanjutnya, meski pandemi covid-19 belum berakhir. Namun, minat masyarakat untuk terbang menggunakan pesawat mulai meningkat. Karena relaksasi dari peraturan pemerintah tentang persyaratan naik pesawat mulai mudah.
 
"Penambahan frekuensi ini dilakukan mengingat adanya penambahan frekuensi penumpang. Terbang itu peraturannya paling tidak hanya rapid test yang berlaku selama 14 hari, sehingga penumpang sudah banyak yang naik untuk terbang ke Jakarta," ucap Widya.
 
Selama pandemi covid-19, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan sebelum maupun selama penerbangan. Kemudian, pihaknya juga mengaku kesadaran penumpang dalam mengikuti protokol kesehatan juga sudah cukup baik.
 
"Alhamdulillah penumpang juga sudah teredukasi untuk naik pesawat, karena memang Alhamdulillah pesawat ini semuanya sudah lengkap dengan protokol kesehatan, untuk beli tiketnya, sampai datang ke bandara, sampai boarding-nya, ketibaannya," ungkapnya.
 
Namun, Garuda Indonesia membatasi jumlah penumpang di dalam pesawat. Guna para penumpang dapat menerapkan protokol kesehatan selama penerbangan berlangsung.
 
"Garuda sengaja mengosongkan setengah agar sosialisasi protokol kesehatan berlaku di pesawat, sehingga penumpang merasa nyaman selama penerbangan, jadi penerbangan Garuda InsyaAllah aman," jelasnya.
 
Sementara itu, Executive General Manager Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh Muhamad Iwan Sutisna, mengatakan Bandara SIM di bawah manajemen Angkasa Pura II selalu menerapkan protokol kesehatan selama beroperasi.
 
"Program kami, Angkasa Pura II tetap menerapkan protokol kesehatan. Dari segi pengunjung Alhamdulillah ada peningkatan, mudah-mudahan semakin meningkat, karena memang mau nggak mau, di Aceh ini harus meningkat kegiatan untuk meningkatkan kembali frekuensi penerbangan," kata Iwan.
 
Untuk meningkatkan kembali frekuensi penerbangan, sinergitas airline, serta koordinasi dengan Pemprov Aceh. Pihaknya berharap kedepan ada opsi bahwa rapid test ditiadakan.
 
"Ini masih wacana, karena Pak Jokowi mencanangkan rem dan gas, ekonomi dan kesehatan, mana perlu direm mana yang perlu digas," pungkasnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif