Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini. FOTO: Media Indonesia
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini. FOTO: Media Indonesia

Target Operasi PLTA Peusangan Aceh Berpotensi Mundur

Ekonomi listrik pembangkit listrik PLN
Suci Sedya Utami • 26 Agustus 2020 07:56
Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) menyatakan jadwal operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan di Kabupaten Aceh Tengah dengan kapasitas 88 megawatt (MW) berpotensi mengalami kemunduran.
 
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan hingga semester I-2020, progres pengerjaan proyek PLTA Peusangan mencapai 78,5 persen. Awalnya PLTA ini untuk unit satu dijadwalkan beroperasi pada November 2020 dan unit dua di Oktober 2022.
 
"Namun kemungkinan akan terjadi kemunduran jadwal tersebut," kata Zulkifli Zaini, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 25 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Zulkifli mengatakan hal tersebut dikarenakan oleh adanya pembatasan jam kerja di wilayah PLTA akibat pandemi covid-19. Selain itu adanya kendala pembebasan lahan. Ia bilang dari 42 warga, 11 di antaranya tidak setuju dengan penetapan harga.
 
Kendala lainnya yang menghambat pengerjaan proyek PLTA Peusangan, kata mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini, yaitu deviasi kondisi geologi pada lokasi tersebut mengingat pernah terjadi gempa di sana.
 
"PLTA Peusangan memang progresnya tidak sesuai harapan. Tapi mudah-mudahan 20 persennya bisa diselesaikan dalam waktu yang enggak terlalu lama," jelas Zulkifli.
 
PLTA Peusangan akan memasok kebutuhan listrik di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Proyek ini mulai dikerjakan pada 1998, namun terhenti karena konflik Aceh. Kemudian gempa dahsyat yang terjadi di Aceh akhir 2004 membuat teknis pembangunannya juga dikaji ulang.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif