Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto - - Foto:dok MI
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto - - Foto:dok MI

Kawasan Ekonomi Khusus Peluang RI Tarik Investor di Tengah Pandemi

Ekonomi Investasi Asing kawasan ekonomi khusus pandemi covid-19
Antara • 24 September 2020 21:25
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang ada di Indonesia berpeluang menarik investasi asing di tengah pandemi covid-19.
 
"Semua itu membuka peluang untuk investasi di berbagai bidang industri seperti kelapa sawit, karet, petrokimia, agro, perikanan, manufaktur, logistik, pariwisata dan lainnya," kata Airlangga dikutip dariAntara, Kamis, 24 September 2020.
 
Airlangga menjelaskan saat ini Indonesia memiliki 15 KEK yang beroperasi dan terbuka untuk investasi pada industri manufaktur, pariwisata, dan sektor lainnya. Kawasan tersebut terdiri dari Arun Lhokseumawe, Sei Mangkei, Galang Batang, Tanjung Kalayang, Tanjung Lesung, Mandalika, Sorong, Morotai, Bitung, Palu, MBTK, Tanjung Api-api, Kendal, Singhasari dan Likupang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Potensi investasi KEK ini terbuka untuk tenant, pengembang, maupun penyedia infrastruktur," imbuh dia.
 
Ia menambahkan pemerintah akan memberikan fasilitas dan insentif khusus baik fiskal maupun non-fiskal bagi investor tersebut. Insentif fiskal di antaranya meliputi tax holiday yakni berupa pembebasan pajak penghasilan perusahaan selama 10 tahun dengan nilai investasi minimal USD6,9 juta kepada pengembang.
 
Kemudian pembebasan pajak diberikan selama 10 tahun kepada penyewa yang berinvestasi dengan nilai minimal USD6,9 juta, 15 tahun yang nilai minimal investasinya USD34,5 juta, dan 20 tahun bebas pajak yang berinvestasi dengan nilai minimal USD67 juta.
 
Tak hanya itu, pemerintah juga akan memberikan tax allowance kepada setiap industri, pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan pajak barang mewah atas penyerahan dan pelayanan barang kena pajak.
 
Sementara insentif non-fiskal berupa tidak adanya kewajiban ekspor, kepemilikan asing penuh diizinkan namun daftar negatif tidak diterapkan di KEK, dan dikenakan tarif nol persen bea untuk produk dengan minimal 40 persen konten lokal diterapkan untuk semua industri.
 
Kemudian insentif non-fiskal juga berupa barang yang diawasi tidak diterapkan untuk memasuki KEK dan disediakannya layanan satu atap oleh administrator KEK.
 
"Pemerintah akan memberikan perlakuan khusus bagi pekerja asing untuk imigrasi, prosedur percepatan khusus untuk sertifikasi tanah, hak pakai, dan hak atas bangunan sampai dengan 80 tahun," pungkas dia.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif