Ilustrasi pasar ikan. Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Ilustrasi pasar ikan. Foto: Antara/Oky Lukmansyah

Menteri Edhy Resmikan Pasar Laut Indonesia

Ekonomi perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan UMKM
Ilham wibowo • 19 Agustus 2020 11:16
Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo meresmikan Pasar Laut Indonesia sebagai payung pengembangan UMKM perikanan di program Bangga Buatan Indonesia. Fasilitas ini akan mempromosikan penjualan produk melalui beragam event konvensional maupun digital.
 
"Pasar Laut Indonesia ini langkah terobosan kami dekatkan pasar nelayan kepada masyarakat," kata Edhy dalam peluncuran Pasar Laut Indonesia di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2020.
 
Sejumlah platform toko daring telah sepakat berkolaborasi seperti TaniHub, Aruna, Gojek dan Grab untuk maksimalisasi penjualan ikan segar berkualitas. Sejak Juni 2020, sudah ada 800 nelayan dari target 2.000 Usaha Mikro Kecil di sektor perikanan yang telah bergabung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Edhy pun meyakini kehadiran Pasar Laut Indonesia akan meningkatkan pemulihan ekonomi terutama para nelayan skala kecil yang usahanya sempat tertekan pandemi covid-19. Daya serap akan kembali meningkat lantaran penjualan dikelola lebih efisien.
 
"Orang sudah makan di restoran dan memilih belanja online. Ini menjadi khasanah perbelanjaan Indonesia, sehingga masyarakat bisa dekatkan diri belanja ikan," ungkapnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Edhy juga meresmikan sistem resi gudang (SRG) ikan yang telah hadir di berbagai wilayah. Fasilitas penyimpanan yang dilengkapi mesin pendingin ini bisa dimanfaatkan nelayan untuk menjaga stabilitas harga jual saat terjadi penurunan permintaan.
 
"SRG ini jalan keluar juga, kapal di bawah 30 GT jumlahnya ada 600 ribu dan mereka butuh pasar serta penyimpanan, ini terobosan," ungkapnya.
 
Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut pihaknya akan mendorong peningkatan UMKM sektor perikanan agar bergabung di koperasi pangan. Level bisnis nelayan diharapkan bisa cepat tumbuh dengan kegiatan operasional yang lebih efisien, skala hasil panen, pembiayaan dan akses pasar lebih besar.
 
"Usaha skala kecil kita konsolidasi di koperasi sektor perikanan agar memudahkan pengelolaan ekonomi di bidang perikanan. Beruntung kita punya platform digital sehingga pelaku usaha bisa akses pasar yang lebih luas dan cepat," ungkap Teten.
 
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo memastikan pihaknya akan terus memfasilitasi pendampingan UMKM perikanan agar konsisten menghasilkan produk unggulan.
 
"Hingga saat ini KKP telah seleksi lebih dari 800 usaha mikro kecil berbasis produk perikanan, dari target 2.000 pelaku usaha untuk dipromosikan sebagai bagian dari Bangga Buatan Indonesia," tutur Nilanto.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif