Gedung Kementerian Perindustrian. FOTO: Setkab
Gedung Kementerian Perindustrian. FOTO: Setkab

Gandeng Multi Stakeholder, Kemenperin Kembangkan Virtual Technopark

Ekonomi Kementerian Perindustrian technopark
Husen Miftahudin • 17 September 2021 15:19
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pembentukan kawasan pengembangan pusat teknologi dan inovasi (technopark). Hingga saat ini, Kemenperin telah menginisiasi terbentuknya lima pusat pengembangan industri digital (digital technopark).
 
Kesemuanya tersebar di Batam dengan pusat desain ponselnya, Bandung Technopark, IBC Semarang, TohpaTI Center/BCIC dengan pusat pengembangan animasi, dan technopark Makassar. Beberapa technopark tersebut dikembangkan sebagai pusat inovasi teknologi pengembangan produk.
 
"Baik berupa hardware ataupun software yang didukung kolaborasi stakeholder terkait, maupun para pelaku usaha dan perguruan tinggi," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Taufieq Bawazier, dalam siaran persnya, Jumat, 17 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Taufiek menjelaskan, Kemenperin berkolaborasi dengan berbagai stakeholder dalam mengembangkan virtual technopark sebagai solusi keterbatasan tatap muka dan membuka ruang kerja sama yang lebih luas.
 
Hal ini ditandai melalui penandatangan MoU pengembangan virtual technopark secara hybrid dari Jakarta dan Surabaya antara Kemenperin dengan Asosiasi Internet of Things Indonesia (ASIOTI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Indosat Ooredoo, dan Polytron.
 
Kerja sama dengan banyak pihak, asosiasi, akademisi, perusahaan serta stakeholder yang lain akan membuat virtual technopark ini menjadi semakin berkembang dan turut dapat mendukung terciptanya industri yang mampu memberikan solusi bagi permasalahan bangsa, dan pemenuhan kebutuhan SDM yang kompeten untuk bekerja pada sektor industri 4.0.
 
"Serta riset dan prototipe untuk mendukung transformasi digital sektor industri unggulan," paparnya.
 
Menurutnya, perkembangan teknologi yang pesat saat ini mengikuti kondisi yang sedang berkembang, di antaranya memberikan solusi-solusi dalam menghadapi dampak pandemi covid-19.
 
"Sudah menjadi keseharian kita untuk bekerja dan belajar dari rumah. Guna memberikan salah satu solusi terhadap keterbatasan bekerja, bertemu dan berinteraksi saat ini, technopark pun harus berevolusi menjadi virtual technopark," ungkap dia.
 
Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin Ali Murtopo Simbolon menyampaikan bahwa virtual technopark tidak hanya akan dikembangkan dalam bentuk fisik dan fokus pada area tertentu seperti yang ada saat ini, tetapi akan bisa menjangkau ke seluruh Indonesia.
 
Menurut Ali, virtual technopark akan menghapuskan berbagai keterbatasan. Misalnya, memberikan kesempatan untuk mendaftarkan diri kepada startup yang saat ini belum bisa tergabung dalam technopark secara fisik.
 
"Para startup bisa mengikuti program pendampingan dan menjadikan virtual technopark sebagai showcase bagi produk-produknya, pengembangan RnD, serta masih banyak lagi," Ali.
 
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI) Teguh Prasetya mengakui virtual technopark juga akan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi semua pihak, yang pada akhirnya membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia.
 
"Asosiasi mendukung kolaborasi ini agar dapat berkembang lebih jauh dengan virtual technopark menjadi supermarket pengembangan hingga pemasaran berbagai solusi dan talent di bidang telematika, khususnya berbasis IoT," urai Teguh.
 
Adapun dengan adanya virtual technopark akan memudahkan para pelaku industri digital dalam membangun portofolio dengan menjadikannya sebagai showcase bagi produk-produk, pengembangan RnD, hingga pemasaran atau mencari investor.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif