Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI
Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI

Laba Komprehensif SEMA Melesat 547% Jadi Rp19,75 miliar di 2021

Angga Bratadharma • 19 Mei 2022 13:19
Jakarta: PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) mencatat perolehan laba komprehensif di sepanjang 2021 sebesar Rp19,75 miliar. Realisasi itu tumbuh sebanyak 547 persen atau setara penambahan Rp16,70 miliar dibandingkan dengan pencapaian di 2020 yang hanya mencatat laba komprehensif sebesar Rp3,05 miliar.
 
Direktur Utama SEMA Rudi Hartono Intan menjelaskan angka penjualan pada 2021 juga tumbuh signifikan dari sebelumnya Rp82,89 miliar di 2020 menjadi Rp198,21 miliar. Kemudian untuk aset perusahaan tumbuh 35 persen tahun ke tahun (yoy) menjadi Rp190,07 miliar dari sebelumnya Rp141,03 miliar.

 
"Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya kas dan bank perseroan akibat meningkatnya penerimaan kas dari pelanggan atas penjualan produk perseroan. Juga dipicu oleh meningkatnya piutang usaha perseroan," ujar Rudi, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 19 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan aset yang meningkat itu ditopang oleh kinerja liabilitas dan ekuitas yang terjaga dengan baik selama periode 2021. Tercatat liabilitas jangka pendek perseroan sebesar Rp94,73 miliar atau mengalami kenaikan sebesar Rp33,18 miliar, setara kenaikan 54 persen dibandingkan dengan 2020 sebesar Rp61,54 miliar.
 
Sedangkan untuk liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp17,90 miliar atau tumbuh negatif 18 persen dari 2020 yang hanya Rp21,80 miliar. Sementara untuk ekuitas perusahaan menjadi Rp77,44 miliar dari sebelumnya Rp57,68 miliar. Ekuitas perusahaan ini tumbuh 34,25 persen yoy.
 
"Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya modal perseroan dari kapitalisasi saldo laba menjadi modal saham. Juga disebabkan oleh meningkatnya laba neto tahun berjalan," tuturnya.

 
Sebelumnya disampaikan, kinerja positif salah satunya ditopang hasil kerja sama antara SEMA dengan PT Fiberhome Technologies Indonesia terkait dengan pembangunan dan pembuatan baterai lithium. Meski kerja sama ini baru dijalankan namun sudah memberikan kontribusi terhadap total pendapatan pada 2021 sebesar Rp15 miliar.
 
Meski relatif masih kecil, namun ke depan Rudi optimistis bahwa permintaan produk baterai khususnya untuk data center akan terus meningkat seiring dengan semakin ekspansifnya industri telekomunikasi di Indonesia.
 
"Perseroan berencana melakukan diversifikasi usaha dengan membuka pasar baru sebagai pendukung industri energi terbarukan. Perseroan membidik pasar penyedia energi melalui produksi baterai untuk keperluan data center perusahaan telekomunikasi dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)," pungkas Rudi.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif