Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Perusahaan Diajak Bebaskan Pekerja dari Tekanan Finansial saat Mudik Lebaran

Ekonomi Mudik Lebaran Tenaga Kerja Mudik Lebaran 2022
Antara • 21 April 2022 07:39
Jakarta: Setelah dua tahun pembatasan mobilitas dan perjalanan karena pandemi covid-19, tahun ini secara resmi Pemerintah Republik Indonesia mengumumkan bahwa kegiatan perjalanan untuk mudik kembali diizinkan. Meskipun mudik Idulfitri masih beberapa minggu lagi, namun animo masyarakat terlihat semakin memuncak dari sekarang.
 
Bahkan, harga-harga terkait kebutuhan mudik Lebaran semakin meningkat menyusul kelangkaan dan melonjaknya permintaan pasar. Menurut data per 18 April, 70 persen tiket bus ke Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatra, serta 43 persen tiket kereta api jarak jauh telah habis terjual, yang menandakan adanya lonjakan permintaan dan pengeluaran khusus transportasi.
 
Bagi banyak orang, kesempatan mudik ini harus bisa dimanfaatkan sekarang atau tahun depan, dan mereka tidak dapat menunggu lebih lama lagi. Tetapi sebagian besar masyarakat belum dapat mengunci anggaran untuk mudik dari jauh hari sebelum Lebaran karena harus menyesuaikan dengan jadwal pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) mereka.
 
CEO Wagely Tobias Fischer mengatakan perayaan Idulfitri harus diisi dengan momen-momen menyenangkan bersama keluarga dan sahabat tanpa harus menyebabkan tekanan finansial bagi mereka yang telah bekerja keras. Pihaknya siap membantu para mitra korporasi dalam memberikan dukungan tambahan yang tidak hanya menyediakan akses ke gaji yang sudah diperoleh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tetapi juga ke dana THR. Kami mengajak lebih banyak perusahaan untuk menjadi contoh dan menciptakan program manfaat finansial karyawan yang membebaskan para pekerja dari tekanan finansial untuk lingkungan kerja yang lebih sehat, peningkatan loyalitas, dan menurunkan tingkat turnover," kata Tobias, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 21 April 2022.
 
Melalui inisiatif Bulan Penuh Berkah, tambahnya, pihaknya meningkatkan jumlah dana yang dapat diakses tanpa melebihi nilai gaji bulanan karyawan tersebut agar mereka bisa merencanakan dan membeli kebutuhan mudik. Inisiatif ini memberikan dampak positif pada produktivitas dan keterlibatan karyawan.
 
"Karena mereka tidak lagi merasa cemas memikirkan pengeluaran, sehingga mereka dapat kembali fokus pada pekerjaan. Selain itu, inisiatif ini juga membantu karyawan menghindari tengkulak atau rentenir dengan bunga tinggi yang dapat menguras sebagian besar bonus tahunan mereka untuk pembayaran bunga utang," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif