Ilustrasi bisnis petrokimia. Foto: AFP
Ilustrasi bisnis petrokimia. Foto: AFP

Langkah Pemulihan Ekonomi Dongkrak Bisnis Petrokimia di Kuartal II

Ekonomi Pemulihan Ekonomi
Husen Miftahudin • 27 Juli 2020 18:18
Jakarta: PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mengapresiasi langkah pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan oleh pemerintah. Upaya ini mampu mendongkrak pemulihan bisnis petrokimia yang terjadi di kuartal II-2020, bila dibandingkan dengan tiga bulan pertama tahun ini.
 
Direktur Chandra Asri Petrochemical Suryandi mengatakan pemulihan bisnis petrokimia yang terjadi di kuartal II-2020 terlihat dari peningkatan aktivitas industri, khususnya di Tiongkok dan NEA yang mengarah pada penguatan permintaan polymer.
 
"Faktor ini ditambah pengurangan harga naphtha yang sejalan dengan penurunan nilai minyak mentah yang telah meningkatkan spread polymer sebesar 20 hingga 30 persen ke tingkat laba pertengahan siklus industri pada Juni 2020," ucap Suryandi dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Senin, 27 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Suryandi mengaku, adanya pemulihan bisnis yang terjadi di kuartal II-2020 membuat posisi neraca keuangan perseroan tetap terjaga dan kuat. Hal itu mengacu pada peningkatan likuiditas USD931 juta pada 30 Juni 2020, termasuk USD649 juta kas dan setara kas (naik dari USD880 juta dan USD624 juta pada kuartal I-2020).
 
"Permintaan keseluruhan tetap sehat, dan kami mengharapkan pemulihan yang signifikan di paruh kedua 2020 dengan rebound signifikan sejak fase through industri petrokimia pada kuartal I-2020," jelas dia.
 
Kinerja pendapatan bersih perseroan juga masih berada di posisi yang cukup baik, yakni sebesar USD841,4 juta di Juni 2020 meski mengalami penurunan yang tidak signifikan dari posisi periode yang sama tahun lalu. Dengan posisi rugi bersih sebesar USD29,9 juta dan EBITDA USD4,5 juta.
 
Adapun total aset perseroan menjadi USD3,32 miliar di enam bulan pertama tahun ini. Dengan tingkat liabilitas dan ekuitas masing-masing menjadi USD1,6 miliar dan USD1,72 miliar.
 
Suryandi menambahkan, dengan mempertimbangkan peningkatan profitabilitas bisnis, peningkatan ketahanan finansial, dan peningkatan prospek bisnis, membuat Chandra Asri telah mengalami kemajuan di Juli 2020 dalam melunasi lebih awal utang sebesar USD125 juta yang berasal dari dana kas perusahaan untuk mengurangi tingkat utang.
 
"Perusahaan juga sambil terus berinvestasi dalam program transformasi digital kami di seluruh operasional dan kegiatan keuangan bersama dengan para pemimpin industri dan mitra jangka panjang, untuk menjadi pemimpin industri 4.0 di Indonesia," tutup Suryandi.

 
(DEV)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif