Ilustrasi. FOTO: Attila Kisbenedek/AFP
Ilustrasi. FOTO: Attila Kisbenedek/AFP

Kemendag Kembangkan Pasar Fisik Emas Digital

Ekonomi harga emas emas kementerian perdagangan
Ilham wibowo • 23 Mei 2020 08:04
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong literasi pasar fisik emas digital bisa terus meningkat di kalangan masyarakat. Saat ini, penyempurnaan stimulus dan relaksasi telah dilakukan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
 
"Di tengah perekonomian dunia yang mengalami tekanan, ekonomi Indonesia mampu tumbuh positif. Hal tersebut menunjukkan kita harus tetap optimistis dan bekerja keras dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi melalui sektor perdagangan berjangka komoditi," ujar Kepala Bappebti Tjahya Widayanti, melalui keterangannya, Sabtu, 23 Mei 2020.
 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2020 sebesar 2,97 persen. Sedangkan, data transaksi Bappebti menunjukan total transaksi periode Januari—Maret 2020 tumbuh sebesar 40,58 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tjahya memaparkan pasar fisik emas digital di bursa berjangka merupakan pasar fisik emas teroganisir yang menggunakan sarana elektronik dan difasilitasi oleh bursa berjangka atau sarana elektronik yang dimiliki oleh pedagang fisik emas digital. Catatan kepemilikan emas tersebut dilakukan secara digital.
 
Prinsip penyelenggaraan pasar fisik emas digital yakni kegiatan jual beli emas di pasar yang dilakukan secara elektronik serta sebagai sarana investasi dengan jual beli emas melalui sistem elektronik dengan tempo tunda serah. Kemudian melindungi masyarakat dari tindakan yang merugikan atau penipuan, dan menghindari transaksi yang diharamkan atau melanggar hukum.
 
Saat ini, berbagai penyempurnaan dan relaksasi kebijakan terus dilakukan Bappebti untuk memberikan stimulus pada penyelenggaraan pasar fisik emas digital.
 
Salah satunya dengan diterbitkannya Peraturan Bappebti Nomor 13 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Bappebti Nomor 4 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka yang menitikberatkan pada upaya mendukung perkembangan perdagangan emas digital.
 
"Beberapa hal yang diatur dalam peraturan tersebut di antaranya terkait persyaratan Lembaga Kliring sebagai pencatat kepemilikan emas, pengaturan saldo, depository, mekanisme transaksi serta sarana dan prasarana lainnya," paparnya.
 
Penyempurnaan peraturan ini juga dilakukan sebagai upaya memberikan kepastian hukum dan berusaha; perlindungan konsumen; mencegah perdagangan fisik emas digital untuk tujuan ilegal; menciptakan sarana investasi mudah, aman, dan terjangkau bagi masyarakat; serta memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan industri perdagangan fisik emas digital melalui Bursa Berjangka.
 
"Komoditas emas di bursa perdagangan nasional dan internasional selalu menunjukkan pertumbuhan transaksi yang terus naik. Perdagangan emas ini tentunya sangat menarik masyarakat sebagai media investasi," kata Sekretaris Bappebti Nusa Eka.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif