Industri fesyen menjadi salah satu sektor kreatif yang akan didorong untuk menggerakan ekonomi. Foto: MI/Adam Dwi
Industri fesyen menjadi salah satu sektor kreatif yang akan didorong untuk menggerakan ekonomi. Foto: MI/Adam Dwi

Industri Kreatif Diproyeksikan sebagai Motor Penggerak Ekonomi

Ekonomi Kementerian Perindustrian
Ilham wibowo • 30 Juli 2020 16:27
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong lebih banyak wirausaha muda di industri kreatif sektor kriya dan fesyen. Langkah ini diproyeksikan untuk memperkuat motor penggerak pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.
 
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih memaparkan bahwa pihaknya menggulirkan program Creative Business Incubator yang dilaksanakan oleh Bali Creative Industry Center (BCIC) bersama Business Venturing and Development Institute (BVDI) Prasetya Mulya.
 
Para pelaku industri kreatif bidang kriya dan fesyen akan diberikan pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan bisnis dengan bentuk kegiatan berupa program kelas pada tahun pertama dan pendampingan di tahun kedua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami kembali menggelar program Creative Business Incubator untuk menghasilkan pelaku industri kreatif sebagai motor penggerak ekonomi masa depan,” kata Gati melaluinya keterangan tertulisnya, Kamis, 30 Juli 2020.
 
Sektor ekonomi kreatif tercatat telah memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga Rp1.200 triliun sepanjang 2019 atau naik 9,6 persen dibanding capaian tahun sebelumnya. Adapun tiga subsektor yang menjadi penyumbang terbesar pada kinerja ekonomi kreatif yakni industri kuliner, fesyen, dan kriya.
 
"Industri kreatif merupakan sektor yang dinamis, sehingga dalam pelaksanaannya kami menyasar kepada generasi muda. Apalagi, Indonesia sedang mengalami bonus demografi," ungkap Gati.
 
Sejak didirikan 2015 oleh Kemenperin, BCIC berfungsi sebagai wadah bagi para pelaku industri kreatif kriya dan fesyen untuk mengembangkan usaha dalam konsep meet-share-collaborate. Para pelaku bisa bertemu serta berbagi pengalaman dan ide kreatif sehingga pada akhirnya berkolaborasi untuk menciptakan karya bersama.
 
"Pada tahun ini, kami juga akan memberikan pendampingan kepada 29 tenant inkubator sebagai lanjutan program camp Inkubator pada 2019 agar mereka dapat naik kelas dan dapat menjadi wirausaha muda yang unggul," ucapnya.
 
Gati menambahkan bahwa pelaksanaan CBI-BCIC masih memerlukan kerja sama dari berbagai pihak untuk mendorong peningkatan jumlah wirausaha nasional terutama pada generasi muda. Terlebih para peserta yang terlibat sedang menghadapi tantangan, yakni dampak pandemi covid-19.
 
"Kami terus mengajak seluruh jajaran Dinas Provinsi yang membidangi pelaku industri di seluruh Indonesia untuk bersama-sama meningkatkan jumlah wirausaha muda di industri kreatif khususnya sektor kriya dan fesyen," pungkasnya.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif