Ilustrasi kilang minyak. Foto: Antara/Yudhi Mahatma
Ilustrasi kilang minyak. Foto: Antara/Yudhi Mahatma

Pemerintah akan Dorong Swasta Masuk ke Lapangan Migas Pertamina

Ekonomi pertamina Kementerian ESDM
Suci Sedya Utami • 02 September 2020 17:57
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mendorong swasta untuk masuk di lapangan-lapangan migas yang dikelola oleh PT Pertamina (Persero).
 
Arifin mengatakan selama ini banyak lapangan-lapangan migas yang telah ditinggalkan oleh pengelola terdahulu dan dikembalikan ke pemerintah untuk selanjutkan diserahkan pengelolaan pada Pertamina. Misalnya saja Blok Mahakam pasca dikelola oleh Total E&P Indonesie di 2018, serta Blok Rokan yang dikelola oleh Chevron Pacific Indonesia dan akan mulai diambilalih Pertamina di 2021. Ia bilang pihaknya tengah mempersiapkan agar lapangan-lapangan tersebut bisa dikerjasamakan.
 
"Kita upayakan selama ini lapangan yang diserahkan ke pemerintah dalam hal ini Pertamina yang ditunjuk untuk mengelola saat ini dilakukan persiapan bagaimana lapangan ini dikerjasamakan dengan pihak swasta," kata Arifin dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 2 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendorong agar produksi minyak dan gas tidak mengalami penurunan. Arifin bilang sejak 2011 tren produksi migas di Tanah Air menurun drastis. Ia bilang bila dirata-rata kurang lebih 120 ribu-125 ribu barel per hari.
 
"Kita optimalkan lapangan-lapangan yang ada decline tidak drastis," tutur Arifin.
 
Sebelumnya Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meminta agar Pertamina bisa lebih agresif dalam mengelola blok atau wilayah kerja migas. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan saat ini Pertamina telah mengelola 60 persen dari total blok migas yang ada di Indonesia. Artinya, sebagai perusahaan yang diberikan akses terbanyak dalam pengelolaan hulu migas, Pertamina diharapkan bisa meningkatan produksi migas nasional.
 
SKK Migas bahkan mendesak anak usaha Pertamina, PT Pertamina EP untuk meningkatkan produksi dan lifting migas. Desakan tersebut diserukan karena kinerja Pertamina EP masih berada di bawah target.
 
Berdasarkan data SKK Migas per 31 Juli 2020, produksi minyak Pertamina EP sebesar 80.336 barel per hari (bph) dan lifting minyak sebesar 78.661 bph dengan pencapaian 87 persen terhadap target lifting APBN yaitu 90 ribu bph.
 
Sedangkan untuk gas, produksinya sebesar 866 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) dan lifting gas sebesar 667 mmscfd atau 85 persen dari target APBN sebesar 787 mmscfd. Pencapaian kinerja Pertamina EP berada di bawah rata-rata secara nasional yang saat ini sebesar 96,5 persen untuk lifting minyak dan 93,5 persen untuk salur gas dari target APBN.

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif