Iilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Iilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Komisi VI DPR Restui Pinjaman Rp11,5 Triliun ke Garuda dan Krakatau Steel

Ekonomi BUMN Garuda Indonesia krakatau steel
Suci Sedya Utami • 15 Juli 2020 21:28
Jakarta: Komisi VI DPR RI merestui pemerintah untuk memberikan pinjaman berupa dana talangan kepada dua perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp11,5 triliun.
 
Kedua perusahaan tersebut yakni PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Kedua perusahaan pelat merah itu terkena dampak dari pandemi covid-19 yang memukul kinerja keuangan.
 
Ketua Komisi VI Arya Bima merinci pinjaman tersebut diberikan pada Krakatau Steel sebesar Rp3 triliun yang akan digunakan untuk memberikan relaksasi di industri hilir dan industri pengguna. Sedangkan pinjaman untuk Garuda Indonesia sebesar Rp8,5 triliun akan digunakan perseroan untuk mendukung kinerja perusahaan yang terdampak pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pandemi covid-19 menyebabkan penurunan penumpang sebesar 95 persen," kata Arya membacakan kesimpulan rapat kerja bersama Menteri BUMN, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2020.
 
Persetujuan tersebut pun diberikan dengan catatan, Komisi VI merekomendasikan Menteri BUMN Erick Thohir untuk meningkatkan fungsi pembinaan pada BUMN penerima dana pinjaman untuk memenuhi pengaturan dan tata kelola keuangan yang baik sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan.
 
Komisi VI juga meminta Krakatau Steel dan Garuda Indonesia harus menerapkan prinsip tata kelola perusahaan (good corporate governance/GCG). Arya mengatakan Komisi VI akan melakukan pengawasan secara berkala atas penggunaan dana tersebut agar sesuai dengan rencana bisnis, penjadwalan dan perubahan-perubahannya yang diajukan pada saat rapat kali ini.
 
Dalam rangka melaksanakan PMN, Kementerian BUMN sebagai pembina BUMN diminta untuk memperhatikan catatan-catatan tersebut.
 
"Dana pinjaman pemerintah pada BUMN penerima diberikan dalam bentuk Mandatory Convertible Bond (MCB) yang mana untuk Garuda jangka waktunya tiga tahun," jelas Arya.
 

 

(DEV)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif