Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Foto: Dok. Kemendag
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Foto: Dok. Kemendag

Penjualan Produk Jamu Bawa Efek Berantai

Ekonomi Kementerian Perdagangan obat herbal
Ilham wibowo • 16 September 2020 11:36
Jakarta: Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyebut bahwa industri jamu berada pada momentum kinerja penjualan yang baik. Selama pandemi covid-19, permintaan di pasar domestik dan ekspor naik terhadap produk kesehatan herbal.
 
"Dengan bahan baku yang kurang lebih 90 persen berasal dari dalam negeri, industri jamu akan memberikan multiplier effect yang signifikan dalam pertumbuhan perekonomian mulai dari sektor hulu hingga hilir,” kata Agus melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 16 September 2020.
 
Peningkatan ekspor jamu tersebut turut mendukung capaian surplus neraca perdagangan. Selai itu, bahan baku alami yang tumbuh di Indonesia juga membawa berkah tersendiri untuk petani budi daya tanaman rempah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita dapat mengubah momentum krisis ini menjadi lompatan kesempatan. Jamu adalah salah satu keunggulan lokal yang memiliki potensi besar di pasar domestik dan luar negeri," ungkapnya.
 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada semester I-2020, ekspor produk biofarmaka Indonesia mencapai USD4,2 juta atau naik 32,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019 yang sebesar USD3,17 juta. Pertumbuhan cukup signifikan ini merupakan hal yang menggembirakan di tengah penurunan daya beli masyarakat dunia.
 
"Selalu ada peluang di tengah kesulitan, salah satunya peluang ekspor produk rempah-rempah Indonesia. Peluang inilah yang harus terus dimanfaatkan oleh para pelaku usaha dan peluang ini juga yang dapat meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia di masa pandemi covid-19,” pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif