Ilustrasi bandara yang dikelola AP I - - Foto: Antara/ Fikri Yusuf
Ilustrasi bandara yang dikelola AP I - - Foto: Antara/ Fikri Yusuf

AP I Berlakukan Tujuh Protokol Kenormalan Baru di Bandara

Ekonomi angkasa pura 1 Kenormalan Baru
Suci Sedya Utami • 06 Juni 2020 21:15
Jakarta: PT Angkasa Pura I (Persero) mulai menyosialisasikan protokol kenormalan baru di bandara sebagai langkah persiapan memasuki era baru. Langkah ini untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 di bandara.
 
AP I mencatat kenaikan trafik penumpang
setelah berakhirnya masa larangan mudik. Di periode 25-31 Mei 2020, AP I melayani 7.931 pergerakan pesawat.
 
"Seiring dengan rencana penerapan fase new normal oleh Pemerintah, di mana nantinya akan terdapat pelonggaran pembatasan kegiatan ekonomi dan sosial dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, kami perlu menyosialisasikan Protokol New Normal yang telah kami rancang untuk diterapkan oleh para pemangku kepentingan," ujar Direktur Utama AP I Faik Fahmi dalam keterangan resmi, Sabtu, 6 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


AP I menyiapkan tujuh protokol new normal untuk pemangku kepentingan di bandara di antaranya pertama protokol untuk petugas, pramusaji, kasir, juru masak; kedua protokol untuk perkantoran atau ruang usaha; ketiga protokol tata cara pelayanan; keempat protokol bagi pengguna jasa atau pembeli; kelima protokol terkait metode transaksi; keenam protokol terkait pengiriman dan penerimaan barang; dan ketujuh protokol terkaot pengelolaan sampah atau limbah.
 
Untuk protok pertama diatur sebagai berikut seragam yang digunakan harus dilengkapi dengan identitas dan alat pelinding diri (APD) seperti pelindung wajah, masker, kartu magnetik atau tempel, sarung tangan, celemek, penutup kepala, masker sanitasi, seragam juru masak, sepatu pengaman.
 
Kemudian wajib melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan, pemeriksaan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celcius. Sebelum dan sesudah melayani, mengenakan atau berganti sragam kerja di lokasi bertugas. Serta mencuci tangan sebelum dan sesudah melayani.
 
Untuk protokol kedua diatur sebagai berikut, bagi coffee shop atau convenient store wajib menyediakan media informasi untuk kampanye protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19. Dianjurkan penyediaan alat sterilisasi dengan sinar UV atau alat lainnya dengan fungsi sama (disinfektan). Serta dianjurkan media pembayaran nontunai, penyediaan media pembayaran elektronik (EDC) dan multiuser.
 
Bagi restoran atau lounge wajib menerapkan batas 50 persen dari kapasitas layanan makan di tempat dengan pengaturan jarak antar meja 1,5 meter. Bagi konter pelayanan harus memasang partisi atau perisai plastik atau akrilik pada kasir. Bagi gerai ATM diharuskan adanya pengaturan jarak antrean atau tempat duduk maksimal 1,5 meter dengan menyediakan marka lantai atau tiang pembatas antraen.
 
Bagi ruang kerja atau kantor wajib mengatur meja di ruang kerja dengan jarak maksimum 1,5 meter dan jumlah petugas yang bertugas. Bagi hotel wajib menyediakan tempat cuci tangan portable atau cairan antiseptik.
 
Selain itu, di setiap kategori tempat dan fasilitas tersebut dilakukan pembersihan, sanitasi, disinfeksi sebelum dan sesudah digunakan serta disediakan APD dan alat pemeriksaan kondisi kesehatan (pemindai suhu tubuh).

 
Untuk protokol ketiga mengatur pemeriksaan suhu tubuh pengguna jasa untuk jenis usaha di area publik. Menerapkan pengaturan sirkulasi, jumlah pengunjung, dan batasan waktu kunjungan di pintu masuk dan pintu keluar untuk mencegah terjadinya kerumunan (maksimum 50 persen dari kapasitas. Cuci tangan sebelum dan sesudah melayani.
 
Menggunaan peralatan makan atau minum sekali pakai. Penyajian makanan dan minuman dalam kemasan. Penutupan sementara waktu area ruang merokok terbatas. Makanan dan minuman untuk dibawa pulang, tidak melayani prasmanan, dan untuk layanan makan di tempat diberlakukan 50 persen dari kapasitas. Serta pelayanan dengan kontak minimum dan mengenakan alat pelindung diri.
 
Untuk protokol keempat mengatur kondisi sehat dengan suhu di bawah 37,3 derajat celcius. Menggunakan masker, mencuci tangan sebelum dan sesudah berbelanja, makan atau minum. Menjaga jarak satu sama lain pada saat berbelanja, mengantre, dan atau duduk minimal 1,5 meter.
 
Untuk protokol kelima mengatur pengguna jasa mengenakan APD dan atau diperiksa suhu tubuh sebelum masuk outlet. Menerapkan pengaturan sirkulasi jumlah pengunjung atau antrean dan batasan waktu kunjungan dipintu masuk dan pintu keluar untukmencegah terjadinya kerumunan (maksimum 50 persen kapasitas).
 
Menunggu pesanan dan atau untuk dilayani dengan jarak antrean fisik minimum 1,5 meter. Sambil menunggu, perhatikan penayangan protkol kesehatan covid-19. Mencuci tangan sebelum dan sesudah berbelanja, makan atau minum.
 
Untuk protokol keenam mengatur petugas mengenakan APD dan kondisi kesehatannya harus diperiksa sebelum transaksi pengeiriman dan penerimaan barang. Menetapkan pengaturan sirkulasi dan jumlah keluar masuk kendaraan di pintu masuk dan pintu keluar untuk mencegah terjadinya kerumunan.

 
Memarkir kendaraan dan bongkar muat di lokasi yang telah disediakan. Serah terima barang dengan menerapkan jarak antrean fisik minimal 1,5 meter dan periksa kembali sebelum mengakhiri transaksi. Mencuci tangan dengan air mengalir atau menggunakan cairan antiseptik sebelum dan sesudah beraktivitas.
 
Untuk protokol ketujuh mengatur petugas mengenakan APD saat menangani sampah atau limbah. Sampah atau limbah dipilah berdasarkan jenisnya dan disimpan dalam plastik terikat atau tertutup rapat. Memindahkan sampah atau limbah yang telah disortir ke area atau lokasi pengumpulan. Mencuci tangan dengan air mengalir atau menggunakan antiseptik setelahnya.
 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif