Foto: AFP.
Foto: AFP.

Butuh Cadangan Migas Skala Miliar, Aset Nganggur Dioptimalkan

Ekonomi migas Kementerian ESDM
Suci Sedya Utami • 31 Agustus 2020 07:18
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan perlu adanya temuan cadangan dalam skala miliar untuk memastikan kebutuhan energi migas Indonesia di masa mendatang tercukupi. Apalagi Indonesia menargetkan produksi minyak satu juta barel di 2030.
 
Plt Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial mengakui dalam 10-30 tahun terakhir kegiatan eksplorasi di hulu migas cenderung tidak menghasilkan temuan cadangan migas yang besar (giant discovery).
 
Padahal, kata Ego, dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), minyak bumi masih memegang porsi 20 persen dari total kebutuhan energi nasional pada 2050. Kebututuhan energi di 2050 ditaksir sebesar 1.423,8 miliar barel setara minyak (mboe). Kebutuhan minyak diperkirakan sebesar 283,76 mboe dari total kebutuhan energi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penemuan cadangan kita sangat-sangat kecil, di bawah 100 juta barel. Padahal kita membutuhkan cadangan dalam skala miliar jika melihat porsi kebutuhan energi di 2025-2050," kata Ego dalam webinar Bimasena Energy, akhir pekan ini.
 
Ego mengatakan berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan cadangan dan produksi antara lain melalui peningkatan kegiatan eksplorasi dan pemeliharaan lapangan existing.
 
Ia mengatakan saat ini produksi minyak yang sekitar 700-an ribu barel hanya disumbang dari 50 persen aset atau lapangan migas. Artinya masih ada banyak aset yang terbilang nganggur dan perlu dioptimalkan. Ego merinci masih ada 78 cekungan yang memiliki potensi migas, namun masih belum tersentuh.
 
"Yang kita lakukan saat ini adalah bagaimana selain long-term eksplorasi, Kita juga harus fokus mengurus existing, jadi hasil identifikasi kami total produksi migas yang sekitar 700 ribu barel itu berasal dari aset-aset hanya sekitar 50 persen. Masih banyak aset nganggur yang perlu kita maksimalkan," ujar Ego.
 
Selain itu, pemerintah juga menggandeng lembaga geosains dunia untuk menggenjot eksplorasi. Lebih lanjut Ego menambahkan, melalui revisi UU Migas yang masuk dalam prolegnas 2020, diharapkan akan lebih mendorong eksplorasi agar bisa dilakukan secara masif.
 
"Diharapkan revisi UU Migas ini nantinya menjadi dasar agar eksplorasi dibuat lebih menarik," jelas Ego.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif